PAYAKUMBUH, KP — Pemerintah Kota Payakumbuh bergerak cepat memperkuat transformasi medis daerah. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pengampuan bersama RSUP dr. M. Djamil Padang sekaligus pengajuan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD senilai Rp200 miliar kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Padang, Kamis (30/7).
Kesepakatan pengampuan tata kelola rumah sakit tersebut ditandatangani langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas. Kerja sama ini mencakup pendampingan, konsultasi, pembinaan, hingga penguatan sistem informasi untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.
“Kesepakatan bersama ini menjadi fondasi bagi kita untuk memperkuat tata kelola rumah sakit sehingga mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi terus meningkat,” ujar Wako Zulmaeta.
Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan proposal pengembangan fasilitas RSUD dr. Adnaan WD kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin. Proposal bernilai jumbo itu mencakup pembangunan gedung IGD senilai Rp26 miliar, gedung poliklinik Rp82 miliar, serta ruang rawat inap sebesar Rp92 miliar.
Wako Zulmaeta membeberkan keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi alasan Pemko Payakumbuh menggaet dana APBN agar pembenahan sarana kesehatan publik bisa tuntas lebih cepat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik usulan tersebut dan meminta jajaran Pemko Payakumbuh aktif mengawal seluruh proses administrasi.
“Proposal ini harus dikawal oleh Kepala Dinas dan Direktur Rumah Sakit agar prosesnya berjalan baik dan dapat direalisasikan,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin. (dst)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!