PADANG, KP — Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatra Barat membongkar makam Nailah Abdillah (10 tahun), murid SDN 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Senin (3/8). Proses ekshumasi dan autopsi rampung dilaksanakan sekira pukul 13.35 WIB guna membedah penyebab pasti kematian korban yang diduga akibat perundungan.
Proses autopsi yang berlangsung selama tiga jam di area pemakaman tersebut berjalan lancar. Sejumlah sampel organ dari jenazah korban dibawa tim medis ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani uji laboratorium forensik lebih mendalam.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin menegaskan, ekshumasi ini ditempuh sebagai langkah krusial penyidik untuk mendapatkan bukti ilmiah terkait penyebab pasti kematian murid sekolah dasar tersebut.
“Untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah, hari ini (kemarin – red) kami laksanakan ekshumasi dan autopsi. Kalau pemeriksaannya lebih detail dan organ-organ harus dianalisis di laboratorium, hasilnya diperkirakan keluar sekitar dua sampai tiga pekan,” ujar Yasin.
Ia menambahkan, sejauh ini proses penyelidikan masih terus berjalan marathon. Penyidik telah memeriksa dan memanggil sejumlah saksi kunci, mulai dari pihak majelis guru sekolah, pihak keluarga, hingga teman-teman korban.
“Sampai saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan. Kami mengumpulkan seluruh alat bukti, termasuk keterangan pihak sekolah, orang tua, para pihak terkait, dan tunggu hasil autopsi. Jadi, kami belum bisa langsung menyimpulkan penyebab kematian korban,” tegasnya.
Sebelumnya, Nailah Abdillah menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (23/7). Sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan rasa sakit yang tak tertahankan di bagian pinggang serta batuk-batuk. Curiga akan adanya dugaan aksi perundungan fisik di lingkungan sekolah, pihak keluarga lantas membuat laporan resmi ke Mapolresta Padang. (yas/*)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!