LIMAPULUH KOTA, KP – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas DP2KBP3A mengadakan rapat koordinasi untuk meningkatkan kolaborasi antar stakeholder terkait penurunan stunting.
Rapat yang berlangsung di gedung IPHI, kemarin. Dihadiri oleh ratusan kader, serta dihadiri oleh Bupati Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, Kepala DP2KBP3A Wilda Reflita, Kepala DPMDN Endra Amzar, dan seluruh camat di Kabupaten Limapuluh Kota.
Bupati Safaruddin menyatakan bahwa rakor ini diharapkan dapat memberikan hasil maksimal di tingkat nagari, dengan fokus pada peran penting Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak melalui identifikasi dan penyuluhan tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mengoptimalkan peran TPK dalam pendampingan kelompok sasaran, dengan mengembangkan inovasi, singkronisasi aksi konvergensi, dan optimalisasi kegiatan minilokakarya di tingkat kecamatan. Harapannya, langkah-langkah ini akan membantu menurunkan angka stunting secara signifikan di Limapuluh Kota.
Ketua panitia, Wilda Reflita, menambahkan bahwa rapat ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan serta merumuskan langkah-langkah konkret sesuai dengan target nasional prevalensi stunting sebesar 14 persen.
Dia juga mengakui pentingnya mendengarkan masukan dari para kader terkait dengan formulasi penurunan stunting dan catatan terkait honor kader selama pandemi COVID-19. (dst)