Home » Muzli M. Nur Kembali Dilantik Jadi Wakil Rakyat di Parlemen untuk Periode Keenam

Muzli M. Nur Kembali Dilantik Jadi Wakil Rakyat di Parlemen untuk Periode Keenam

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Rabu hari ini (28/8), Muzli M. Nur dilantik sebagai anggota DPRD Sumbar periode 2024-2029. Dengan pelantikan ini, Muzli melanjutkan perjalanan politiknya sebagai wakil rakyat selama enam periode berturut-turut.

Muzli memulai karir politiknya pada awal reformasi dan menjadi anggota DPRD Pasaman periode 1999-2004 dan 2004-2009. Setelah itu, ia terpilih menjadi anggota DPRD Sumbar periode 2009-2014, 2014-2019, dan periode 2019-2024. Dengan pelantikan hari ini, Muzli melanjutkan masa jabatannya untuk periode 2024-2029.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan komitmennya untuk menjalankan program-program strategis demi peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, khususnya di daerah pemilihan (dapil) Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar).

Menurut Muzli, tingkat kemiskinan di dua daerah tersebut masih tinggi dan kondisi masyarakat nelayan di pesisir pantai Pasbar hingga perbatasan Sumatera Utara membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal modernisasi alat tangkap.

“Selama periode 2019-2024, saya telah mengalokasikan bantuan untuk peningkatan hasil tangkap nelayan, seperti jaring, mesin tempel, dan fish box. Namun, kebutuhan masih banyak mengingat jumlah nelayan di pesisir pantai Pasbar yang cukup besar,” ujarnya, Selasa (27/8).

Ia menambahkan, bantuan mesin tempel 15 PK dengan RPM tinggi diberikan untuk mengurangi risiko kecelakaan saat cuaca buruk.

“Dengan mesin RPM tinggi, para nelayan dapat melanjutkan perjalanan ke pulau terdekat untuk berlindung saat badai besar. Mesin yang tidak memenuhi standar seperti mesin Dompleng akan meningkatkan risiko kecelakaan,” katanya.

Di sektor pertanian, Muzli mencatat tantangan geografis yang dihadapi Kabupaten Pasaman yang terletak di daerah kemiringan Bukit Barisan. Untuk itu, ia menyarankan pengembangan alternatif seperti ikan air tawar.

“Potensi coklat dan karet di daerah Panti hingga Rao juga perlu dimaksimalkan karena komoditas ini melimpah. Sementara itu, durian, manggis, dan kulit manis cocok untuk daerah Panti, Lubuk Sikaping, hingga Bonjol,” tambahnya.

Untuk sektor perkebunan di Kabupaten Pasaman, Muzli menilai, pengembangan masih dilakukan secara individual. Sebab, belum ada pembukaan lahan ribuan hektare untuk komoditas sawit.

“Pengembangan ke depan memerlukan investor untuk pengelolaan yang lebih maksimal,” sebutnya.

Pada bagian lain Muzli menyatakan, pencapaiannya sebagai wakil rakyat untuk periode keenam adalah hasil konsistensi dan komitmen terhadap visi dan misi yang realistis.

“Sebagai anggota legislatif, kita harus menepati janji dan tidak memberikan harapan yang tidak bisa ditepati. Setiap janji harus dipenuhi karena merupakan tanggung jawab seorang wakil rakyat,” tegasnya.

Selama masa jabatannya, Muzli juga menekankan pentingnya memberikan perhatian yang adil kepada seluruh daerah di Sumbar.

“Meskipun dapil menjadi prioritas, saya juga menyalurkan aspirasi dan bantuan di luar dapil. Contohnya, bantuan mesin tempel untuk kelompok perikanan di Kota Padang serta bantuan untuk masjid-masjid di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh,” ungkapnya. (fai)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?