PASAMAN BARAT, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat berharap pembangunan fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis yang direncanakan pada 2025 dapat berjalan tanpa hambatan dan sesuai jadwal. Pembangunan ini dianggarkan sebesar Rp116 miliar oleh pemerintah pusat.
“Kepastian anggaran dari pemerintah pusat telah final. Kita berharap tidak ada kendala untuk mempercepat operasional pelabuhan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Bakarudin, dikutip dari Antara, Senin (30/9).
Menurutnya, Pelabuhan Teluk Tapang tidak hanya akan berdampak pada ekonomi Sumatera Barat bagian utara, tetapi juga Provinsi Sumatera Utara. Rencananya, pembangunan fasilitas di sisi darat, termasuk perkantoran, parkir, dan fasilitas lainnya, akan dilakukan di atas lahan seluas 12,5 hektare. Jika sarana pendukung tersebut selesai, diharapkan operasional pelabuhan dapat segera dimulai.
Pasaman Barat memiliki potensi perkebunan sawit yang luas, dengan produksi 330.881 ton per tahun dari 101.402 hektare lahan tanam. Selain itu, terdapat potensi jagung seluas 45.523 hektare serta sumber daya mineral seperti biji besi, mangan, dan granit.
Pelabuhan ini juga dapat diakses dari Provinsi Sumatera Utara melalui Kabupaten Mandailing Natal, dengan jarak sekitar 3 kilometer, mempersingkat jalur distribusi sawit dari Sumut ke pelabuhan.
Keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan dapat memperpendek waktu pengiriman produk seperti crude palm oil (CPO) yang selama ini harus dibawa ke Pelabuhan Teluk Bayur di Padang dengan waktu tempuh 4,5 jam. Melalui Pelabuhan Teluk Tapang, waktu tempuh hanya 2 jam, mengurangi lalu lintas truk pengangkut CPO dan memperpanjang ketahanan jalan raya di Pasaman Barat. (ant)