Siswa SMA Ajukan Pertanyaan Mengejutkan kepada Ketua DPRD Sumbar Muhidi

by Faiz Ul Haq
A+A-
Reset
Siswa SMA di Kota Padang mengajukan pertanyaan kepada Ketua DPRD Sumbar Muhidi dalam pelatihan literasi, Selasa (3/11).

PADANG, KP — Seorang siswa SMA di Kota Padang melontarkan pertanyaan menarik kepada Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, terkait komitmennya membangun generasi muda dan pemerataan akses literasi.

Pertanyaan tersebut menyita perhatian hampir 100 peserta Pelatihan Literasi Tingkat SMA di Hotel Pangeran City, Kota Padang, Selasa (3/11).

Siswa tersebut mempertanyakan program yang akan dilakukan Muhidi jika suatu saat mendapat kesempatan memimpin Kota Padang, terutama dalam membangun generasi muda dan memberikan kemudahan akses literasi bagi seluruh anak muda.

Mendengar pertanyaan itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut sempat tersenyum dan tertawa kecil sebelum memberikan jawaban.

Muhidi mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama yang ingin didorongnya. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas manusia.

Ia menegaskan, bukan berarti pembangunan fisik dan sektor ekonomi lainnya diabaikan. Penguatan penggerak ekonomi lokal, penyediaan buku, hingga pemberdayaan UMKM tetap menjadi bagian penting pembangunan. Namun, peningkatan kualitas SDM harus mendapatkan perhatian lebih.

“Fokus saya memang pada sumber daya manusia. Bukan berarti yang lain diabaikan. Pembangunan fisik tetap berjalan, penggerak ekonomi lokal dan UMKM juga harus bergerak. Tetapi, perhatian utama saya lebih kepada pembangunan manusianya,” ujar Muhidi.

Ia menjelaskan, perhatian terhadap pembangunan SDM juga berkaitan dengan peluang besar yang dimiliki Indonesia melalui bonus demografi menjelang satu abad kemerdekaan pada 2045.

Menurutnya, Indonesia akan memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Periode menuju satu abad tersebut menjadi momentum penting untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi kekuatan utama pembangunan bangsa.

Muhidi menyebutkan, generasi muda yang terdiri atas Generasi Z, milenial, serta generasi setelahnya memiliki porsi besar dalam komposisi penduduk Indonesia. Karena itu, kualitas pendidikan, literasi, dan kapasitas generasi muda perlu dipersiapkan sejak sekarang.

“Ini momentum penting. Dua puluh tahun ke depan sangat menentukan ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai bonus demografi yang kita miliki tidak mampu dimanfaatkan karena kualitas sumber daya manusianya belum siap,” demikian Muhidi. (Fai)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0