PASAMAN, KP – Izin operasional Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman segera rampung untuk mempermudah penyimpanan stok darah bagi kebutuhan masyarakat. Bupati Pasaman, Sabar AS, yang juga Ketua PMI Pasaman, menyampaikan langkah ini bertujuan meningkatkan pelayanan penyediaan darah di wilayahnya.
“Kami berharap seluruh kegiatan dan izin operasional ini dapat segera diselesaikan sesuai prosedur,” ujar Sabar AS, saat memimpin rapat terpadu penyusunan izin operasional UTD PMI Pasaman, Selasa (14/1).
Menurutnya, kehadiran UTD PMI akan membantu masyarakat yang membutuhkan darah sekaligus meningkatkan keselamatan nyawa manusia.
“Komitmen kami di PMI adalah pemenuhan stok darah bagi pasien,” ucapnya.
Sementara, Ketua Harian PMI Pasaman, Rosben Aguswar menjelaskan, gedung dan ruangan UTD sudah sesuai standar. Fasilitas seperti ruang IPAL dan genset digabung dengan RSUD Tuanku Imam Bonjol melalui pinjam pakai atau hibah aset.
“Untuk anggaran UTD, sebesar Rp300 juta dialokasikan dari APBD Pasaman tahun 2025, sementara Rp200 juta digunakan untuk operasional PMI,” ungkapnya.
UTD PMI Pasaman juga akan bekerja sama dengan UTD PMI Bukittinggi dan Pasaman Barat. Selain itu, PMI berencana meningkatkan kerja sama dengan organisasi lain untuk menambah jumlah pendonor.
Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol, Yong Marzuhaili menyebut, bank darah di rumah sakit tersebut dapat dihibahkan atau digunakan melalui pinjam pakai, asalkan UTD PMI Pasaman mendukung operasionalnya secara mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Arma Putra, turut menyampaikan dukungan terhadap percepatan izin operasional UTD. PIhaknya akan mengatur penempatan petugas purna waktu untuk mengisi self-assessment UTD sesuai Permenkes Nomor 83.
Seluruh OPD terkait, termasuk Bappeda, DPMPTSP, dan DLHKP, sepakat mendukung percepatan izin operasional UTD PMI Pasaman. Dinas Kesehatan juga akan mengajukan telaahan staf (TS) kepada Bupati terkait pinjam pakai atau hibah aset RSTB untuk PMI Pasaman. Langkah-langkah ini diharapkan dapat segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat Pasaman. (nst)
