PAYAKUMBUH, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh bergerak cepat menangani pohon tumbang yang terjadi di kawasan Ngalau Sampik, Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, pada Selasa pagi (25/2).
Pohon besar jenis batang anau dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan panjang sekitar 20 meter tumbang, mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Erizon menjelaskan, pihaknya langsung melakukan pembersihan setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami memperkirakan pohon ini tumbang pada dini hari tadi,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab utama tumbangnya pohon tersebut kemungkinan besar adalah akar yang tidak kuat menopang beban pohon yang besar. Selain itu, lokasi pohon yang tumbuh di tebing batu membuat akarnya rentan terkikis oleh air.
“Pohon ini tumbuh di area tebing batu, sehingga akarnya tidak stabil dan tidak mampu menahan beban pohon,” ungkapnya.
Jalan yang menjadi lokasi tumbangnya pohon merupakan jalur strategis yang menghubungkan Sumbar dengan Riau. Proses pembersihan material pohon tumbang memakan waktu sekitar dua jam, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Selama proses pengerjaan, jalan diberlakukan sistem buka tutup untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
“Selama dua jam tersebut, kami dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Payakumbuh. Kami juga menggunakan crane dari PLN dan DLH untuk menyelematkan kabel-kabel listrik yang tertimpa pohon,” kata Erizon.
Ia menambahkan, salah satu tantangan dalam proses pembersihan adalah posisi pohon yang tergantung di antara kabel listrik PLN. Hal ini membuat petugas harus ekstra hati-hati agar tidak merusak infrastruktur kelistrikan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Kami tidak bisa menutup jalan sepenuhnya karena posisi pohon sangat membahayakan jika dilewati. Oleh karena itu, kami membersihkan sedikit demi sedikit, lalu memberikan kesempatan kepada pengendara untuk melintas agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama di musim hujan. Ia juga meminta warga melaporkan segera jika menemukan pohon atau infrastruktur lain yang berpotensi membahayakan.
“Kami berharap masyarakat proaktif melaporkan hal-hal seperti ini agar dapat segera ditangani. Keselamatan bersama adalah prioritas utama,” tutup Erizon. (dst)
