LUBUK SIKAPING, KP – Bupati Pasaman, Welly Suhery, mencoret anggaran pengadaan mobil dinas baru senilai sekitar Rp1,5 miliar sebagai langkah konkret efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggaran untuk mobil dinas bupati dan wakil bupati tersebut dialihkan ke pembiayaan yang dinilai lebih mendesak di lingkungan Pemkab Pasaman.
“Keuangan daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja. APBD kita hanya cukup untuk menutupi belanja wajib, itu pun sangat terbatas,” ujar Welly Suhery di Lubuk Sikaping, Selasa (17/6).
Ia menyebut, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan program-program pembangunan sangat besar, terutama dalam sektor infrastruktur, pelayanan dasar, hingga penanganan persoalan sosial. Karena itu, diperlukan langkah bijak dalam pengelolaan anggaran. “Ini harus kita sikapi dengan berbagai konsekuensi, salah satunya menunda pembelian mobil dinas baru,” tegasnya.
Terkait sumber daya manusia, Welly menyebut, jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Pasaman saat ini sudah mencukupi. Namun ia menekankan bahwa persoalan utama bukan pada jumlah, melainkan pada dedikasi dan efektivitas kinerja aparatur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Lebih lanjut, ia menyoroti beban keuangan daerah yang kian berat seiring bertambahnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang telah dan akan dilantik, termasuk tenaga kontrak.
“Untuk mengatasi ini, kita akan siapkan regulasi agar ke depan penambahan ASN, PPPK, dan tenaga kontrak benar-benar berdasarkan kebutuhan organisasi,” ujarnya. (nst)
