PASAMAN, KP – Diskominfo Pasaman dan BPS setempat sepakat mempercepat penerapan Satu Data Indonesia (SDI) melalui sinkronisasi data Desa Cantik, Kompromin, serta Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Kesepakatan ini dihasilkan saat pertemuan koordinasi di Kantor BPS Lubuk Sikaping, Selasa (15/7).
Pertemuan diprakarsai Diskominfo dengan pendekatan jemput bola. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskominfo Teddy Marta didampingi Kabid Pengembangan Statistik Sektoral (PSS) Asnil SY dan jajarannya disambut Kepala BPS Nita Andriyani.
Teddy menegaskan, SDI bertujuan menghadirkan data berkualitas, mudah diakses, serta dapat dibagikan lintas instansi pusat dan daerah.
“Diskominfo Pasaman bertindak sebagai wali data dan menjamin akurasi, kekinian, serta pertanggungjawaban data,” katanya.
Ia mengingatkan SDI diatur dalam Perpres 39/2019 dan akan segera melakukan koordinasi cepat dengan seluruh OPD di lingkungan Pemkab guna menekan kendala lapangan.
Sementara, Asnil SY menyatakan sinkronisasi data pusat-daerah menjadi kunci keberhasilan SDI.
“Kolaborasi seluruh OPD akan mendorong optimalisasi teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.
Kepala BPS Nita Andriyani menyambut langkah itu. Menurutnya, BPS menyediakan statistik dasar untuk pengambilan kebijakan.
“Tantangan utama masih berupa ego sektoral, keterbatasan SDM, dan infrastruktur IT. Kami akan berupaya maksimal mengatasinya,” tuturnya. (nst)