PADANG, KP – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam mewujudkan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal itu disampaikannya pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) massal Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta penyerahan simbolis kunci rumah di Hotel Pangeran Beach, Rabu (8/10).
Mahyeldi menyebut, kegiatan ini sebagai langkah konkret mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan Presiden RI. Menurutnya, program tersebut selaras dengan visi pembangunan Sumbar yang madani, unggul, dan berkelanjutan.
“Program ini wujud kepedulian bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi dukungan Bank Negara Indonesia (BNI) dalam pembiayaan perumahan serta kontribusi para pengembang yang menghadirkan rumah layak dan berkualitas. Ia menilai, sektor perumahan memiliki efek berganda karena turut menggerakkan industri konstruksi, bahan bangunan, dan membuka lapangan kerja.
Sementara, Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies mengatakan, proyek perumahan rakyat seperti FLPP memiliki dampak ekonomi yang besar. Pembangunan perumahan, menurutnya, melibatkan lebih dari 130 bisnis turunan, mulai dari sektor konstruksi hingga industri rumah tangga.
Ia menambahkan, kolaborasi antara BNI, pemerintah, dan pengembang mencerminkan semangat Asta Cita pemerintah dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. “Kami berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk memperluas akses perumahan rakyat di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Network & Retail Funding BNI Rian Kaslan, RCEO BNI Wilayah 02 Khairul Salam, perwakilan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumbar, Apersi, REI, para pengembang peserta FLPP, pelaku usaha bahan bangunan, serta pimpinan perbankan. (fai)