PADANG PANJANG, KP — Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya menjaga kerukunan hidup beragama sebagai fondasi penting dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Allex Saputra saat membuka Rapat Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Aula BPBD Kesbangpol, Jumat (7/11).
Wawako Allex menyebut, Padang Panjang sejak lama dikenal sebagai kota yang rukun dan terbuka. Karena itu, generasi muda perlu terus diedukasi agar tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan.
“Anak-anak muda harus disiapkan menjadi generasi yang toleran, menghargai perbedaan, dan peka terhadap nilai kebangsaan. FKUB punya peran strategis menjaga keseimbangan sosial dan spiritual,” ujarnya.
Sementara, Kepala Kemenag Padang Panjang, Muklis M, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap FKUB. Ia menyebut Padang Panjang selama ini tetap harmonis dan berharap kepengurusan baru dapat menjaga semangat tersebut.
Di sisi lain, Kepala BPBD Kesbangpol, Nofiyanti, menegaskan bahwa FKUB memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2006. Forum ini tidak hanya wadah formal, tetapi juga ruang dialog antarumat beragama untuk memperkuat hubungan sosial.
Di tempat yang sama, Ketua FKUB Padang Panjang, Buya Alizar, memastikan pengurus baru siap menjalankan amanah. Ia menekankan pentingnya mewujudkan Padang Panjang sebagai kota religius, toleran, dan damai.
“Kerukunan bukan sekadar slogan, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.
Rapat kerja ini diikuti sekitar 50 peserta dari unsur instansi, pengurus FKUB, dan tokoh masyarakat. (mas)
