PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang kembali menggelar Job Fair 2025 di Gedung Youth Center Padang dengan konsep hybrid (tatap muka dan daring). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menarik lebih dari 2.000 pencari kerja dari berbagai kalangan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya Pemko Padang memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat, terutama generasi muda dan lulusan baru.
“Dengan adanya Job Fair, kita ingin membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka,” ujar Fadly usai membuka Padang Job Fair 2025.
Menurutnya, meski kegiatan serupa rutin digelar setiap tahun, tantangan pengangguran di Kota Padang masih menjadi perhatian serius. Namun, data dua tahun terakhir menunjukkan tren positif: tingkat pengangguran berhasil ditekan dari 13 persen menjadi 9 persen, atau turun sekitar 4 persen.
“Pemko Padang menargetkan angka pengangguran bisa ditekan hingga 5 persen dalam lima tahun ke depan. Selain mengirim tenaga kerja ke luar negeri, kami juga memperkuat iklim investasi di dalam negeri sebagai strategi jangka panjang,” kata Fadly.
Pertumbuhan investasi di Kota Padang, lanjutnya, juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berdasarkan catatan pemerintah daerah, realisasi investasi tahun ini tumbuh hingga 65 persen dan ditargetkan mampu melampaui capaian nasional dalam beberapa tahun mendatang.
“Upaya membuka lapangan kerja tidak cukup hanya dengan menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri. Kita juga harus membangun ekosistem investasi yang sehat agar peluang kerja tumbuh di daerah sendiri,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Abri Danar Prabawa, mengatakan pemerintah menargetkan pemberangkatan sekitar 500 ribu tenaga kerja ke luar negeri pada tahun ini, terutama di sektor hospitality dan welder (pengelasan).
“Kami berharap Kota Padang menjadi bagian penting dari program ini. Sinergi antara Kementerian dan Pemko Padang sangat diharapkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pencari kerja,” ungkap Abri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Ferry Ervian Rinaldy, menyebut Job Fair tahun ini diikuti 50 perusahaan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari berbagai sektor industri, seperti manufaktur, perdagangan, jasa, pariwisata, kesehatan, dan ekonomi kreatif.
“Total lowongan kerja yang dibuka berjumlah sekitar 1.400 posisi untuk lulusan SMA/SMK, diploma, maupun perguruan tinggi. Hingga saat ini, 1.042 orang telah terdaftar melalui aplikasi Padang Mobile sebagai pencari kerja yang mengikuti kegiatan ini,” ujarnya. (nda)
