LIMAPULUH KOTA, KP — Sejumlah petani milenial di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, mengeluhkan belum terbitnya registrasi kelompok tani saat anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, menggelar reses di tengah hamparan kebun jagung, Sabtu (29/11).
Kelompok Tani Kosasih yang beranggotakan 90 persen petani muda itu menyebut persoalan administrasi tersebut menghambat akses mereka terhadap berbagai program pertanian.
Ketua Kelompok Tani Kosasih, Dede Nofsyah, menyampaikan kelompoknya sudah dibina oleh PPL Kecamatan Situjuah Limo Nagari, namun hingga kini belum menerima SK registrasi dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun).
“Sejauh ini kami sudah dibina, tapi masih menunggu terbitnya SK registrasi kelompok tani dari Distanhorbun. Mohon kami difasilitasi untuk mengatasi kendala ini,” kata Dede.
Dalam reses masa sidang ke-1 tersebut, peserta sudah kembali mendapat konsumsi, berbeda dengan reses sebelumnya yang tidak menyediakan makan-minum akibat efisiensi anggaran. Meski tanpa uang transportasi, masyarakat tetap hadir dan menyampaikan aspirasi, termasuk para petani muda yang meminta solusi terhadap persoalan kelompoknya.
Selain soal registrasi, petani Kosasih juga mengharapkan bantuan alat dan mesin pertanian. “Kami berharap bantuan alsintan, terutama pompa air yang dibutuhkan saat kemarau. Kami juga butuh Sekolah Lapangan serta bibit tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan,” ujar Dede yang diamini para anggota kelompok.
Menanggapi keluhan itu, Fajar langsung menghubungi Kepala Distanhorbun, Witra Porsepwandi. “Insyallah nanti kita cek dan kita bantu fasilitasi soal registrasi kelompok tani ini,” kata Witra.
Fajar menyampaikan terima kasih atas respons tersebut. Ia meyakini Distanhorbun dapat mempercepat proses registrasi, terlebih jumlah petani milenial masih sangat kecil berdasarkan sensus pertanian.
“Data BPS menunjukkan porsi petani dari generasi milenial hanya 25,6 persen. Pemerintah daerah perlu memotivasi petani muda, termasuk dengan mempercepat registrasi kelompok,” ujar Fajar.
Terkait permintaan Sekolah Lapangan, alsintan, dan bibit, Fajar meminta kelompok tani melengkapi administrasi terlebih dahulu. “Kalau sudah teregistrasi, tentu bisa mendapat bantuan pemerintah. Ke depan, Pemkab Limapuluh Kota punya mimpi besar menjadikan daerah ini sebagai central of agro. Ini tentu membutuhkan petani muda seperti Kelompok Tani Kosasih,” kata Fajar. (dst)
