PADANG, KP — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengingatkan seluruh pelaku usaha dan jaringan distribusi pangan agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok di tengah situasi bencana. Seruan tegas itu disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi menyusul adanya laporan awal tentang potensi spekulasi harga di sejumlah daerah terdampak.
Dalam beberapa hari terakhir, banjir bandang dan longsor menyebabkan kerusakan parah di Agam, Pasaman Barat, Padang Panjang, Tanah Datar, Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan sejumlah daerah lain. Ribuan rumah rusak, infrastruktur terputus, serta banyak warga kehilangan mata pencaharian.
Kondisi tersebut membuat pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap harga dan distribusi barang kebutuhan utama.
Gubernur menegaskan bahwa mencari keuntungan dengan memanfaatkan kondisi darurat merupakan tindakan tidak bermoral dan dapat dikenai sanksi.
“Tidak boleh ada pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar ketika warga sedang berjuang memenuhi kebutuhan pokok,” kata Mahyeldi, Jumat (5/12).
Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah menugaskan Tim Pengendali Inflasi Daerah, Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, dan instansi terkait melakukan pemantauan harian di pasar utama. Pemeriksaan rantai distribusi juga dilakukan guna mencegah penimbunan barang.
Selain itu, pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan Bulog dan distributor besar untuk memastikan ketersediaan beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan penting lainnya tetap aman selama masa darurat.
Gubernur juga menginstruksikan bupati dan wali kota untuk menggelar operasi pasar serta gerakan pangan murah terutama di wilayah yang terdampak berat. Daerah diminta mendata sarana perdagangan dan industri yang rusak, memastikan pasokan barang pokok tetap aman meski akses logistik terganggu, serta melakukan pengawasan terhadap pedagang yang menaikkan harga di luar kewajaran.
Ia meminta organisasi perangkat daerah di kabupaten/kota berkoordinasi intens dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk mempercepat pendataan dan memformulasikan solusi penanganan.
Gubernur menegaskan bahwa menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok merupakan bagian penting dari upaya pemulihan. Ia mengajak pelaku usaha, distributor, dan masyarakat untuk menjaga empati agar penderitaan warga tidak semakin bertambah. (mas)
