PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang menyiapkan solusi darurat bagi lebih dari 100 siswa SDN 49 Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, yang kehilangan ruang belajar setelah sekolah mereka hanyut akibat banjir bandang pada akhir November lalu.
Salah satu opsi yang kini dikaji adalah pemanfaatan aset Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Padang di Batang Kabung sebagai lokasi belajar sementara.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan rencana itu saat meninjau Kantor Balmon Kelas II Padang di Kelurahan Balai Gadang, kemarin.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, serta Kepala Dinas Kominfo Boby Firman.
Maigus mengatakan, SDN 49 Batang Kabung hanyut diterjang banjir bandang, sehingga para siswa tidak lagi memiliki ruang belajar.
“Kami mendapat informasi bahwa aset Balmon di Batang Kabung berpotensi dimanfaatkan sementara untuk sekolah. Kondisinya cukup baik secara fisik,” ujar Maigus.
Ia menambahkan, Pemko dan DPRD segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan pihak terkait untuk membuka peluang pemanfaatan lahan tersebut. “Anak-anak sudah difasilitasi untuk ujian akhir, namun setelah libur semester mereka harus kembali belajar. Maka itu, pembangunan sekolah darurat menjadi solusi paling memungkinkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balmon Kelas II Padang, M. Helmi, menyatakan mendukung penuh rencana tersebut. “Kami siap berkolaborasi demi kemaslahatan masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak bencana. Jika ada tindak lanjut resmi, insya Allah akan kami kawal dan teruskan segera ke kementerian,” ungkapnya.
Rencana penggunaan lahan Balmon ini menjadi langkah cepat Pemko Padang untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan pascabencana, sambil menyiapkan pembangunan sekolah permanen ke depan. (*/nda)