Home » Retakan Bukit di Batipuh Selatan Berpotensi Timbulkan Bencana Susulan

Retakan Bukit di Batipuh Selatan Berpotensi Timbulkan Bencana Susulan

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Tim Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) mengeluarkan peringatan serius terkait temuan retakan besar di perbukitan Muaro Ambius, Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar. Temuan yang berlokasi di sisi Danau Singkarak ini dinilai berpotensi memicu bencana susulan bagi warga Kecamatan Batipuh Selatan jika tidak segera ditangani.

Selain retakan bukit, tim ahli UI juga melaporkan hancurnya check dam (bendungan kecil) Duo Koto di Malalo akibat galodo akhir November lalu. Infrastruktur vital tersebut sebelumnya berfungsi sebagai pengatur debit air dan penahan material dari hulu, sehingga kerusakannya meningkatkan risiko banjir bandang di wilayah hilir.

“Retakan di bukit ini sangat berisiko. Informasi ini kami dapatkan dari asesmen awal bersama masyarakat dan telah kami cek langsung ke lokasi dengan pendampingan pihak nagari,” ujar Ketua Tim A DRRC UI, Dr. Agustino Zulys, saat bertemu Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Rabu lalu (24/12).

Merespons laporan tersebut, Gubernur Mahyeldi  menginstruksikan tim geologi provinsi untuk segera melakukan pemetaan detail dan menentukan langkah penanganan darurat. Pemprov Sumbar saat ini tengah menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (RK3P) yang melibatkan perguruan tinggi serta lembaga internasional.

“Informasi hancurnya check dam di Malalo menjadi atensi kami. Kami berharap dukungan perguruan tinggi untuk membangun kembali infrastruktur ini. Tugas berat kita ke depan adalah rehabilitasi dan rekonstruksi menyeluruh,” tegas Mahyeldi.

Di sisi lain, tim DRRC UI memberikan apresiasi atas ketangguhan (resiliensi) warga Batipuh Selatan. Warga setempat diketahui memiliki sistem peringatan dini mandiri melalui Satgas Bencana Nagari yang aktif mengecek hulu sungai saat hujan lebat. Bahkan, saat akses darat terputus, warga secara swadaya memanfaatkan jalur perairan Danau Singkarak untuk distribusi logistik menggunakan perahu pribadi.

Sebagai langkah lanjutan, DRRC UI berencana memasang infrastruktur penyaring air bersih (Reverse Osmosis) dan akses internet di titik pengungsian pada penghujung Desember 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas di Nagari Guguak Malalo, Padang Laweh, dan Sumpur tetap terpenuhi selama masa pemulihan. (mas)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?