PADANG, KP — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1).
Menurut Muhidi, program MBG memiliki dimensi ganda yakni mencetak generasi unggul sekaligus menekan angka pengangguran di tingkat lokal. Ia menegaskan, DPRD Sumatera Barat berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program ini agar tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
Muhidi menilai, sinergi antara pemenuhan gizi anak dan penguatan ekonomi warga sekitar diharapkan menjadi model pembangunan yang inklusif, di mana setiap porsi makanan yang disajikan juga memberikan manfaat ekonomi bagi para petani dan pedagang kecil di lingkungan sekolah.
Operasional SPPG Jati yang dijadwalkan mulai berjalan pada 8 Januari 2026 ini membuktikan dampak sosial yang signifikan dengan menyerap 60 hingga 70 persen tenaga kerja dari warga kelurahan setempat. Pada tahap awal, dapur pelayanan ini akan memproduksi lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari untuk didistribusikan ke delapan sekolah, dengan rata-rata 260 porsi per sekolah. Jumlah ini akan ditingkatkan secara bertahap seiring dengan optimalisasi fasilitas pendukung.
Sementara, anggota DPD RI, Muslim M. Yatim, yang meresmikan fasilitas tersebut menyatakan, program MBG merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana telah sukses diterapkan di negara-negara maju seperti Jepang dan Thailand.
”Dengan pengawasan yang transparan dan akuntabel, program ini diharapkan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” ulasnya. (fai)
