PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang menegaskan percepatan validasi data kerusakan pascabencana banjir bandang sebagai langkah awal pemulihan wilayah terdampak.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat mengikuti Rapat Koordinasi percepatan validasi pendataan kerusakan pascabencana hidrometeorologi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Selasa (6/1).
Rapat koordinasi tersebut diikuti Fadly Amran bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait secara daring dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan rapat ini bertujuan menyinkronkan data antara pemerintah pusat dan daerah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan. “Fokus utama rakor ini adalah percepatan dan akurasi pendataan kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah terdampak bencana aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta kementerian teknis agar data yang disampaikan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Data yang valid menjadi kunci agar bantuan darurat, relokasi warga, hingga perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Kepala daerah terdampak harus memastikan seluruh data kerusakan diverifikasi dengan baik,” tegas Tito Karnavian.
Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan kesiapan Pemko Padang mempercepat validasi data kerusakan di wilayah terdampak banjir bandang. “Kita mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat langkah mitigasi bencana untuk menekan risiko kejadian serupa di masa mendatang,” ungkapnya.
Fadly Amran memaparkan, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November berdampak pada 67.563 warga di lima kecamatan di Kota Padang. Kerusakan rumah tercatat sebanyak 5.523 unit, terdiri atas 546 unit rusak berat, 2.174 unit rusak sedang, dan 2.949 unit rusak ringan.
“Bencana juga menyebabkan kerusakan berat pada 13 jembatan, 74.327 meter jalan, 22 bendungan, serta 56 unit irigasi pertanian, dan kerusakan sedang pada 3.050 meter jalan. Kerusakan turut mencakup 11 unit intake SPAM Pamsimas, delapan lokasi intake SPAM Perumda AM, termasuk tebing sungai, drainase, dan berbagai fasilitas publik lainnya, dengan total kerugian mencapai Rp2,97 triliun,” papar Fadly Amran. (red)
