PADANG, KP — Delapan santri terjebak air bah di Sungai Bangek, kawasan Pemandian Lubuk Tongga, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (16/2) sore, setelah hujan deras mengguyur Kota Padang dan memicu peningkatan debit sungai secara tiba-tiba.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat para remaja tersebut mandi di area air terjun pemandian tersebut. Tak lama berselang, arus sungai membesar dan memisahkan rombongan santri asal ponpes kawasan setempat itu.
Lima orang terjebak di seberang aliran sungai yang meluap, sementara tiga lainnya berada di sisi berbeda dan sempat menyelamatkan diri ke arah bukit hingga mencapai ladang warga, namun terisolasi karena medan terjal dan luapan air.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang bersama Basarnas Kota Padang segera melakukan evakuasi dengan membagi personel menjadi dua tim karena lokasi korban terpisah.
Evakuasi tim pertama selesai pukul 18.40 WIB dan tim kedua pukul 21.51 WIB. Seluruh korban berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan dibawa ke posko utama untuk penanganan lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan seluruh korban telah dievakuasi dengan aman berkat koordinasi lintas unsur di lapangan.
Adapun korban yang dievakuasi yakni Putra Ramadhan (16 tahun) warga Lubuk Minturun, Afdhal Zikri (17 tahun) warga Lubuk Minturun, Ibnu Habib (18 tahun) warga Lubuk Minturun, Muhammad Zikri (17 tahun) asal Dharmasraya, Sandi Al Saiba (15 tahun) asal Pariaman Timur, Zhafran (18 tahun) warga Lubuk Begalung, Dwi Eka Putra (16 tahun) warga Sungai Lareh, dan Haykal (16 tahun) asal Pariaman Timur.
Operasi penyelamatan melibatkan BPBD Kota Padang, Basarnas, Camat Koto Tangah, unsur TNI dan Polri, lurah setempat, PMI, Pokdarwis, relawan, KSB, insan kebencanaan, serta dukungan masyarakat sekitar.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras guna mencegah kejadian serupa. (ak/*)
