PARIAMAN, KP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menyalurkan bantuan sebesar Rp500 juta dari Komisi VII DPR RI kepada 250 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), di Pariaman, Rabu (11/3).
Setiap penerima mendapatkan bantuan senilai Rp2 juta, yang dialokasikan dalam bentuk barang modal senilai Rp1.750.000 dan uang tunai sebesar Rp250.000.
“Bantuan barang diberikan sesuai jenis usaha yang dijalankan, mulai dari kuliner, perdagangan, hingga peternakan ayam, itik, dan budidaya perikanan,” ujar John Kenedy Azis.
Bupati menjelaskan, bagi pelaku usaha kuliner, bantuan yang diberikan berupa peralatan pendukung seperti blender, kompor gas, regulator, tabung gas, dan panci. Sementara untuk sektor peternakan dan perikanan, bantuan diberikan dalam bentuk bibit serta pakan untuk kebutuhan selama dua bulan. Selain bantuan modal tersebut, Tim Penggerak PKK Padang Pariaman turut menambahkan bantuan berupa 5 kilogram tepung terigu bagi setiap penerima.
Bupati menegaskan bahwa bantuan ini merupakan kontribusi pribadi dari anggota Komisi VII DPR RI beserta mitra kerjanya, bukan bersumber dari anggaran pemerintah. Guna memastikan bantuan digunakan tepat sasaran untuk mengembangkan usaha, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan melakukan pengawasan dan pembinaan secara rutin.
“Harapan kita tentu agar usaha yang dijalankan dapat berkembang kembali, sehingga secara perlahan perekonomian korban bencana di Padang Pariaman dapat pulih seperti sedia kala,” kata bupati.
Pemkab Padang Pariaman juga berkomitmen untuk terus mengupayakan bantuan bagi pelaku UMKM terdampak lainnya melalui koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Padang Pariaman, Hendri Satria, menyebutkan bahwa dari 605 UMKM yang melapor, pihaknya melakukan verifikasi lapangan dan menetapkan 250 pelaku usaha sebagai prioritas penerima agar bantuan memberikan dampak yang signifikan. Rinciannya terdiri dari 200 UMKM di bidang kuliner dan perdagangan, 37 di bidang peternakan, serta 13 UMKM di bidang perikanan. (ak/*)
