PADANG, KP – Kondisi Jembatan Kalawi di Jalan Koto Panjang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kian memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah bagian lantai jembatan yang terbuat dari plat besi dilaporkan telah terlepas, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas di jalur tersebut.
Jembatan yang berada di RW 7 Limau Manis itu merupakan akses vital masyarakat. Selain menjadi jalur alternatif menuju Kampus Universitas Andalas (Unand) dan pusat kota, jembatan ini juga digunakan untuk distribusi hasil pertanian, akses ke fasilitas kesehatan, serta penghubung antara Kenagarian Pauh dan Limau Manis.
Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Padang terkait rencana pembangunan ulang jembatan tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR untuk menindaklanjuti kendala di lapangan, termasuk dalam penyusunan desain pembangunan kembali Jembatan Kalawi,” ujarnya, Sabtu (4/4).
Ia menyebut, saat ini rencana pembangunan masih dalam tahap perancangan teknis dan akan segera dikoordinasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). “Pada tahap ini desain harus benar-benar matang agar konstruksi tepat dan dapat diterima masyarakat, termasuk terkait pemanfaatan lahan,” katanya.
Rafdi juga mengapresiasi dukungan sejumlah pihak, termasuk anggota DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa, serta anggota DPRD Kota Padang Helmi Moesim yang telah mendorong realisasi pembangunan jembatan tersebut.
Sebelumnya, rencana pembangunan Jembatan Kalawi telah diluncurkan pada Oktober 2025. Jembatan ini dinilai strategis karena menghubungkan kawasan Limau Manis dengan lingkungan kampus Unand sekaligus membuka akses ke pusat-pusat ekonomi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Iqra Chissa, yang telah meninjau langsung kondisi jembatan, menegaskan bahwa pembangunan ulang sangat mendesak.
“Untuk merevitalisasi jembatan ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Dengan keterbatasan APBD, kami akan mengupayakan pembiayaan melalui APBN,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan Jembatan Kalawi dapat direalisasikan pada 2026 atau paling lambat 2027, mengingat peran vitalnya bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. (bim)
