PADANG, KP – Kelompok suporter Semen Padang FC, The Kmers Mania, mengeluarkan pernyataan tegas menjelang laga kandang kontra Persijap Jepara. Mereka menyatakan akan melakukan aksi boikot sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen klub.
Dirigen The Kmers Mania, Bule, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi tim yang dinilai tidak kunjung membaik, serta sikap manajemen yang dianggap tidak terbuka terhadap kritik.
“Melihat kondisi tim saat ini, serta sikap manajemen yang cenderung anti kritik, kami sangat menyayangkan hal tersebut. Sikap yang ditunjukkan justru terkesan mencari kambing hitam tanpa menghadirkan solusi nyata,” ujarnya dilansir dari TribunPadang.com, Minggu (19/4).
Ia menilai, selama ini kritik yang disampaikan suporter kerap diabaikan. Padahal, suporter merupakan bagian penting dalam perjalanan klub.
“Setiap kami mengkritik, seakan selalu diabaikan. Suporter yang selama ini setia mendukung justru dianggap tidak berguna, dengan pendekatan yang arogan dan tidak mencerminkan profesionalitas,” tambahnya.
Bule juga menyoroti minimnya transparansi manajemen terkait kondisi internal klub. Menurutnya, meski telah terjadi sejumlah perombakan, hasil yang diraih belum memuaskan. “Kami menuntut keterbukaan, baik terkait masalah finansial maupun persoalan lain di dalam klub. Banyak janji perubahan dari petinggi klub, tetapi hingga kini belum terlihat realisasinya,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya milik pengelola, tetapi juga milik suporter dan masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta adanya perubahan sikap dari manajemen.
“Arogansi dan sikap anti demokratis harus dihilangkan. Jika tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, sebaiknya memberi ruang kepada pihak yang lebih kompeten,” katanya.
Sementara itu, Humas dan Infokom The Kmers Mania, Agung Putra, menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan boikot pada laga Semen Padang FC melawan Persijap Jepara, serta pertandingan selanjutnya dalam waktu yang belum ditentukan. “Bentuk boikot yang kami lakukan adalah tidak memasuki tribun saat pertandingan berlangsung. Kami juga akan menyiapkan aksi berupa spanduk berisi kekecewaan,” ujarnya.
Agung memastikan aksi tersebut akan dilakukan pada hari pertandingan sebagai bentuk protes terbuka kepada manajemen klub. (trb)
