Home » Kalahkan ‘The Gunners’, PSG Juara Liga Champions Dua Musim Beruntun

Kalahkan ‘The Gunners’, PSG Juara Liga Champions Dua Musim Beruntun

Redaksi
A+A-
Reset

BUDAPEST, KP — Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan takhta tertinggi sepak bola Eropa setelah membungkam Arsenal lewat drama adu penalti 4-3, pada partai final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam (30/5). Keberhasilan ini sekaligus melanjutkan dominasi total skuad asuhan Luis Enrique di panggung internasional.

Gelar juara musim 2025/2026 ini menobatkan ‘Les Parisiens’ sebagai klub kedua dalam sejarah era modern kompetisi (sejak 1992/1993) yang mampu mempertahankan trofi Si Kuping Besar secara beruntun, menyamai rekor mentereng Real Madrid yang merajai turnamen pada periode 2016 hingga 2018.

Selain itu, stabilitas performa tim di bawah komando Luis Enrique kian sahih setelah mereka sukses menyabet delapan dari 10 trofi yang tersedia dalam dua musim terakhir.

Jalannya pertandingan final kemarin berlangsung sangat ketat. Arsenal sempat mengejutkan lini pertahanan PSG setelah unggul cepat pada menit keenam melalui aksi menusuk Kai Havertz yang gagal dihalau kiper Matvey Safonov. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, PSG yang mengendalikan penuh sirkulasi permainan dengan 75 persen penguasaan bola akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-65. Wasit Daniel Siebert menunjuk titik putih setelah Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran di area terlarang, di mana keputusan tersebut dikukuhkan melalui tinjauan VAR. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor dengan dingin berhasil mengecoh kiper Arsenal, David Raya.

Meski PSG menggempur lini pertahanan ‘The Gunners’ lewat 18 tembakan, termasuk peluang emas Khvicha Kvaratskhelia yang membentur tiang gawang di menit ke-77 serta tendangan voli Vitinha pada menit ke-89, namun skor imbang tidak berubah hingga waktu normal dan tambahan waktu 2×15 menit usai.

Dalam babak adu penalti, tiga penendang Arsenal yakni Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli sukses menjalankan tugasnya. Namun, eksekusi Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze yang melambung tinggi menjadi petaka. Di kubu PSG, meski Nuno Mendes gagal, empat algojo lainnya yaitu Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjaringkan bola ke dalam gawang. Keberhasilan Lucas Beraldo sebagai penendang pamungkas mengunci kemenangan adu penalti 4-3 sekaligus memastikan trofi kembali terbang ke Paris.

Pencapaian bersejarah ini diraih lewat transformasi radikal di bawah tangan dingin manajer berpengalaman, Luis Enrique. PSG musim ini tak lagi bertabur megabintang menyusul eksodus besar-besaran Lionel Messi, Neymar, hingga Kylian Mbappe. Dengan mengandalkan kolektivitas barisan pemain muda, tim Ligue 1 Prancis ini mencatatkan sirkulasi perjalanan fantastis dengan menyingkirkan tim-tim raksasa Eropa.

Sempat tertatih di urutan ke-15 fase liga, ‘Les Parisiens’ mengamuk di babak gugur dengan menggilas Brest lewat agregat telak 10-0 di babak play-off, membalikkan keadaan atas Liverpool lewat adu penalti di babak 16 besar, hingga mendepak Aston Villa dengan agregat 5-4 dan akhirnya menghempaskan Arsenal di laga puncak.

Trofi Liga Champions ini sekaligus menyempurnakan status ‘treble winner’ domestik PSG musim ini setelah sebelumnya menjuarai Ligue 1 Prancis dengan koleksi 84 poin, serta mengangkat trofi Piala Prancis usai mencukur Reims 3-0 di partai final pada 25 Mei lalu. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?