PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang resmi memulai pengerjaan proyek strategis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di Palukahan, ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja di Hotel Pangeran Beach, Selasa (23/6).
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyaksikan langsung proses penandatanganan kontrak yang memastikan proyek peningkatan layanan air bersih tersebut mulai dikerjakan oleh empat paket kegiatan dengan nilai total mencapai Rp239,3 miliar.
Proyek SPAM Taban III menjadi salah satu infrastruktur vital daerah karena mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), reservoir, pemasangan pipa transmisi, serta jaringan distribusi sepanjang 18 kilometer.
Maigus Nasir menegaskan proyek ini memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan air bersih masyarakat Kota Padang, sekaligus menopang kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
“Pekerjaan ini sangat strategis karena menjadi penyangga IPA Gunung Pangilun. Harapan kami, pelaksana dapat bekerja sesuai perencanaan dan tepat waktu,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 52 persen warga Kota Padang telah menikmati layanan air bersih dengan lebih dari 155 ribu pelanggan terdaftar di Perumda Air Minum Kota Padang. Dengan selesainya SPAM Taban III, kapasitas produksi air ditargetkan meningkat dari 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik.
Di tempat yang sama Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Oscar RH Siagian, menegaskan proyek multiyears tersebut harus dikerjakan dengan kualitas dan ketepatan waktu yang terjaga. “Kami harapkan pekerjaan ini selesai sesuai target Juni 2027, dengan kualitas dan administrasi yang baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, mengingatkan seluruh penyedia jasa agar mematuhi ketentuan kontrak tanpa pengecualian. “Tidak ada permohonan eskalasi harga. Semua harus sesuai kontrak dan tidak ada yang tidak bisa menyediakan,” tegasnya.
Pekerjaan SPAM Taban III dikerjakan oleh sejumlah penyedia jasa, di antaranya Karya Mulia KSO untuk peningkatan IPA, PT Cipta Crown Simbol dan PT Putra Masindo Utama untuk jaringan perpipaan, serta konsorsium PT Waseco Tirta WSO, PT Bemaco Rekapprima, dan PT Bina Lestari Lingkungan Sejahtera untuk manajemen konstruksi. (red)