PESISIR SELATAN, KP — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) menggelar evaluasi massal terhadap seluruh kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP guna menyikapi kemerosotan mutu pendidikan daerah yang berada di posisi papan bawah se-Sumatra Barat. Berdasarkan hasil pengukuran indikator pendidikan tahun 2026, daerah berjuluk Sejuta Pesona ini terpuruk di peringkat ke-18 dari 19 kabupaten dan kota dalam capaian literasi dan numerasi.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyatakan keprihatinan mendalam atas rapor merah tersebut saat mengumpulkan ratusan kepala sekolah serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Painan Convention Centre (PCC), Senin (22/6). Ia menegaskan bahwa capaian buruk ini harus menjadi alarm keras sekaligus cambuk bagi seluruh aparatur pendidik untuk segera membenahi efektivitas sistem pembelajaran di kelas.
“Peringkat ini merupakan alarm bagi kita semua. Jangan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, tetapi jadikan sebagai motivasi untuk bangkit dan memperbaiki keadaan. Saya minta kepala sekolah fokus bekerja, jangan macam-macam, dan jalankan amanah dengan hati nurani,” kata Hendrajoni di hadapan para kepala sekolah dan pengawas.
Bupati mematok target peningkatan mutu pendidikan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kepala sekolah dan guru dituntut menjadi teladan profesional yang tidak hanya mengejar target akademik, melainkan juga menanamkan aspek kedisiplinan dan moralitas anak sejak usia dini demi melahirkan generasi berdaya saing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, mengakui kondisi capaian mutu pendidikan saat ini menuntut adanya intervensi dan langkah cepat dari seluruh elemen.
Guna menunjang perbaikan kinerja, pihaknya telah merampungkan program bimbingan teknis peningkatan kapasitas bagi guru dan kepala sekolah pada semester pertama dan kedua. Dengan modal pelatihan tersebut, manajemen sekolah tidak memiliki alasan lagi untuk tidak mengoptimalkan performa kerja.
“Mutu pendidikan hanya bisa ditingkatkan apabila semua pihak bergerak bersama dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pertemuan ini sengaja dilaksanakan agar seluruh insan pendidikan memperoleh energi positif untuk memperbaiki kinerja ke depan,” pungkas Salim. (don/*)