LIMAPULUH KOTA, KP- Bencana alam longsor kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Kali ini longsor terjadi di ruas jalan nasional Sumbar-Riau, tepatnya dekat jembatan kembar sebelum fly over atau jembatan Kelok 9 di Jorong Aia Putiah, Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol mengatakan, longsor itu terjadi Minggu sore (30/4) sekira pukul 17.15 WIB.
“Satu unit mobil Honda Brio yang dikemudikan Syamsu Anwar (54 tahun) pensiunan TNI dan ditumpangi istrinya Murniati (52 tahun) warga Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terseret material longsor hingga ke pinggir jurang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,”ungkap Rahmadinol.
Sementara, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf yang langsung turun ke lokasi bencana menyebut, kejadian itu berawal saat pasutri itu dalam perjalanan dari Padang menuju Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.
“Sesampai di lokasi, tepatnya di seputaran Bronjong Jembatan Kembar, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa kendaraan,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, kata Ricardo, korban mengalami luka lecet pada tangan sebelah kanan dan korban Murniati mengalami lebam pada pelipis kepala.
“Korban dievakuasi ke Pos Pelayanan (Posyan) Kelok IX untuk dilakukan perawatan medis oleh tim kesehatan dari Puskesmas Banja Loweh yang siaga di Posyan Kelok IX,” katanya.
Ia menjelaskan, longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi.
“Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol-PP dibantu masyarakat berhasil menyingkirkan material longsor berupa tanah, kayu dan batu sehingga arus lalulintas yang semula tersendat bisa kembali normal untuk dua arah dari Sumbar ke Riau dan sebaliknya. Arus kendaraan kembali normal sekitar pukul 20.20 Wib,” ungkap AKBP Ricardo Condrat Yusuf.
Kapolres menambahkan, perlu disiagakan alat berat di kawasan Kelok 9 karena daerah itu merupakan kawasan rawan longsor. Jika harus menunggu kedatangan alat berat, akan berdampak pada kemacetan panjang yang cukup lama di jalur Sumbar-Riau tersebut.
“Sebab, jika harus menunggu kedatangan alat berat yang jaraknya cukup jauh akan berdampak pada kemacetan panjang,” sebut Ricardo Condrat Yusuf didampingi Kabag Ops Kompol Rudi Munanda, Kasat Intelkam Iptu Simbolon, dan Kasubag Humas AKP H. Tambunan. (dst)
