SOLOK, KP – Permintaan ikan segar dan bibit ikan di kawasan Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, meningkat menjelang Lebaran Haji Idul Adha 1444 Hijriah.
Permintaan ikan segar tersebut untuk dikonsumsi selama hari raya, termasuk untuk dijual. Daerah Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, telah dikenal sebagai sentra pembibitan ikan air tawar di Sumatera Barat dan sebagai penyedia ikan segar.
Ketika mendengar nama Padang Belimbing, orang akan langsung menghubungkannya dengan daerah penghasil ikan air tawar terkenal di Sumatera Barat. “Sejak dulu, Padang Belimbing dikenal sebagai salah satu kawasan utama pembibitan ikan di Sumbar. Hampir separuh penduduknya terjun sebagai peternak bibit ikan,” kata Ay Mangguluang Alam (45), tokoh masyarakat setempat, Minggu (25/6).
Namun, dua tahun sejak dimulainya pandemi, daerah ini agak sepi dikunjungi pembeli karena merebaknya virus corona. Namun, sejak pertengahan tahun 2022 hingga menjelang Lebaran Idul Adha 1444 H ini, Jorong Padang Belimbing kembali ramai dengan kunjungan pembeli. Mereka datang bukan hanya dari Sumbar, tetapi juga dari Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Untuk mencapai Jorong ini, bisa masuk dari Sumani dan belok kanan jika datang dari arah Singkarak, atau bisa juga melalui Nagari Tanjung Bingkuang, Kecamatan Kubung. Setelah memasuki jorong ini, kita akan menemukan tulisan besar yang bertuliskan “Selamat Datang di Padang Belimbing”.
Lebih dari separuh masyarakat Padang Belimbing bekerja dan memiliki kolam pembibitan ikan, tetapi dampak dari virus Covid -19 telah membuat daerah ini sepi dari pengunjung dan pembeli, seperti yang diakui oleh Idris (58), seorang pembibit ikan di Padang Belimbing saat berbicara dengan Koran Padang.
Disebutkan oleh Idris, yang juga seorang guru SMA di Kabupaten Solok, sebagian besar penduduk di Jorong Padang Belimbing memiliki kolam pembibitan ikan, baik di depan rumah, di lahan persawahan, maupun di anak sungai. Jorong ini juga dikelola oleh Dinas Perikanan Kabupaten Solok sebagai kawasan penghasil bibit ikan air tawar terbesar.
Saat memasuki Padang Belimbing, terlihat puluhan kolam pembibitan ikan berjejer di kanan dan kiri jalan. Bahkan sawah pun dijadikan kolam pembibitan ikan. Biasanya, para pemborong dari berbagai daerah di Sumbar seperti Maninjau, Ombilin, Singkarak, dan daerah lainnya datang untuk membeli bibit ikan di Padang Belimbing. Namun, virus Corona telah mengganggu semuanya.
Jenis ikan air tawar yang tersedia di pembibitan ini antara lain ikan Rayo, Nila, Mujahir, ikan Mas, Taweh, dan lainnya. Selain menyediakan bibit ikan, daerah ini juga menyediakan ikan segar untuk dikonsumsi, meskipun jumlahnya tidak sebanyak penyedia bibit ikan. Para pembeli juga datang dari Pangkal Pinang, Pekanbaru, dan Jambi. Biasanya, setidaknya dikirimkan 60 ton bibit atau dua kendaraan fuso ke luar daerah. Namun sekarang, para pembeli bibit ikan tampak sepi, baik dari Sumbar maupun dari luar Ranah Minang.
Salah satu pemilik bibit ikan lainnya, Firdaus (51), menyebutkan bahwa usaha pembibitan ikan ini merupakan usaha turun-temurun yang telah dilakukan sejak zaman orang tuanya. “Hampir semua warga di sini memiliki kolam ikan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha utama. Saya juga meneruskan usaha Bapak saya,” terang Daus.
Daerah Padang Belimbing telah lama dikenal sebagai daerah penghasil bibit ikan. Biasanya, warga melepaskan ikan tersebut dan dibiarkan menetas di kolam ikan dan kolam yang dekat dengan areal persawahan. Kemudian, setelah beberapa hari, tepatnya pada hari ke-12, anak ikan akan terlihat, dan setelah berumur sebulan atau memiliki panjang sekitar 9 cm, bibit ikan tersebut akan dibawa ke tempat penangkaran dengan air yang lebih jernih. Kemudian, di sana dilakukan perhitungan dan baru bibit ikan tersebut dapat dipanen. “Biasanya, ada pemborong yang memesan bibit ikan dan ada juga yang membawanya ke pasar di daerah untuk dijual,” ujar Daus.
Pada umumnya, menurut Firdaus, para pembeli adalah pedagang besar atau pemborong yang memesan bibit ikan untuk daerah lain. Pesanan biasanya antara 20.000 hingga 100.000 ribu bibit. Ada juga yang memesan dalam jumlah kecil, yaitu antara 1000 hingga 10.000 ekor.
Harga bibit ikan Nila berkisar antara Rp 300 hingga 1000 per ekor, tergantung ukurannya. Begitu juga dengan ikan jenis Rayo, harganya berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1000 per ekor. Sedangkan untuk bibit ikan lele, harganya mulai dari Rp 300 hingga 500 per ekor. Harga ikan segar untuk dikonsumsi berkisar antara Rp 30 hingga 50 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Solok, H. Admaizon saat dihubungi oleh media ini, menyebutkan bahwa Kawasan Padang Belimbing memang telah lama dikenal sebagai pusat penyedia bibit ikan utama di Sumbar. “Bibit-bibit ikan tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar dan kami hanya berperan sebagai pembina,” ujarnya. (wan)
