Home » 10 Unit Huntap Dibangun di Kampung Talang untuk Korban Banjir Bandang

10 Unit Huntap Dibangun di Kampung Talang untuk Korban Banjir Bandang

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Wali Kota Padang Fadly Amran meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas banjir bandang di Kawasan Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kamis (29/1). Pembangunan Huntap ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan warga terdampak bencana di wilayah tersebut.

Sebanyak 10 unit Huntap dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi. Hunian ini merupakan peningkatan dari Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) yang sebelumnya ditempati warga Kaum Suku Tanjuang, penyintas banjir bandang di kawasan Pangka Jembatan Batu Busuk, RT 03 RW 04.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa penyediaan hunian layak bagi warga terdampak bencana menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak, mulai dari Kadin, para donatur, hingga ninik mamak Suku Tanjuang yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Huntap ini. Kolaborasi seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang juga tengah menyiapkan pembangunan sekitar 500 unit Huntap yang direncanakan tersebar di Balai Gadang, Simpang Haru, dan Lambung Bukit. Usulan pembangunan tersebut telah diajukan kepada pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, pembangunan Huntap ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi serta sejumlah donatur lainnya. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita berharap seluruh warga terdampak bencana dapat tertangani secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumbar, Buchari Bachter menyampaikan bahwa pembangunan Huntap di Kampung Talang merupakan bentuk kepedulian Kadin terhadap daerah-daerah terdampak bencana.

Menurutnya, proyek tersebut mengusung konsep kolaborasi antara Kadin, PT Semen Padang, dan Universitas Andalas, sekaligus mendorong keterlibatan pengusaha lokal agar perputaran ekonomi tetap berjalan di kawasan terdampak.

“Pembangunan Huntap ini menggunakan teknologi Sepa Block produksi PT Semen Padang yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dengan target penyelesaian sekitar 30 hari. Ini merupakan proyek percontohan pertama di Sumatera,” ujar Buchari.

Di tempat yang sama Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyatakan pihaknya mendukung penuh pembangunan Huntap melalui penyediaan semen dan produk inovatif Sepa Block yang dirancang ramah gempa dan sesuai diterapkan di wilayah rawan bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi, serta sejumlah pihak terkait lainnya. (red)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?