PADANG, KP — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengambil langkah tegas dengan memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) sebanyak 39 personel Polri sepanjang tahun 2025. Jumlah pemecatan anggota ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 personel.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya keras Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, untuk menjaga marwah institusi dan memastikan kepolisian tetap bersih serta dipercaya publik dalam melayani masyarakat.
Dalam jumpa pers akhir tahun di Mapolda Sumbar, Rabu (31/12), Irjen Pol Gatot menegaskan bahwa disiplin internal adalah fondasi utama kepercayaan masyarakat. Penegakan aturan yang kaku di dalam tubuh Polri diharapkan berbanding lurus dengan perbaikan kinerja di lapangan.
Selain pembersihan internal, Polda Sumbar mengklaim berhasil menjaga integritas dalam proses rekrutmen anggota Polri tahun 2025 yang tercatat nol pengaduan, sebagai bukti komitmen membangun institusi yang bersih sejak dari hulu.
Kabar baik juga datang dari sektor keamanan dan keselamatan lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Sepanjang 2025, angka kecelakaan di jalan raya Sumatera Barat menurun sebesar 8,48 persen, dari 3.397 kasus menjadi 3.109 kasus.
Yang paling signifikan adalah penurunan angka korban jiwa (fatalitas) sebesar 11,44 persen serta penurunan drastis jumlah korban luka berat hingga 54,81 persen. Kesadaran masyarakat yang meningkat dan efektivitas langkah preventif kepolisian menjadi faktor utama keberhasilan ini.
Di bidang keamanan masyarakat, Polda Sumbar melaporkan keberhasilan menekan angka kriminalitas seperti balapan liar, tawuran, hingga judi online. Namun, Kapolda mengingatkan bahwa persoalan sosial ini memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga dan sekolah karena polisi tidak bisa bekerja sendiri.
Tak hanya fokus pada keamanan, Polda Sumbar juga menerjunkan belasan ribu personel untuk membantu penanganan bencana alam di Ranah Minang, termasuk penyediaan dapur umum sebagai bentuk pelayanan sepenuh hati.
Jumpa pers ini turut dihadiri Ketua DPRD Sumbar Muhidi, perwakilan Pemprov Sumbar, Ketua LKAAM Fauzi Bahar, serta unsur TNI dari tiga matra. Kehadiran berbagai elemen ini memperkuat komitmen sinergi dalam membangun Sumatera Barat yang lebih aman dan tertib di tahun 2026. (eja)
