Aktivitas Patahan Kajai-Talamau, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami

Danau Maninjau dilihat dari udara.

PADANG PANJANG, KP — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat akan adanya potensi gelombang tsunami di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Ancaman ini berkaitan erat dengan aktivitas Segmen Patahan Kajai-Talamau yang memiliki potensi kekuatan gempa maksimum hingga Magnitudo 6,1.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi menjelaskan, tsunami di danau ini bukan dipicu oleh pergerakan dasar air secara langsung, melainkan akibat longsoran tanah dari tebing atau kawah danau yang rontok saat diguncang gempa. Meski skala dampaknya diperkirakan tidak sebesar tsunami di lautan, namun gelombang air tersebut tetap menjadi ancaman nyata bagi warga di sekitar tepian danau.

“Potensi tsunami di Danau Maninjau memang nyata jika terjadi longsoran besar di dinding tebing danau akibat guncangan patahan tersebut. Kami bersama BRIN dan sejumlah perguruan tinggi kini tengah mengkaji secara mendalam risiko di Segmen Kajai-Talamau ini,” ungkap Suaidi dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/1).

Fenomena tsunami danau ini bukan pertama kalinya terjadi di Sumatera Barat. Suaidi mencontohkan peristiwa serupa di Danau Singkarak pada tahun 2007 silam. Kala itu, aktivitas Patahan Sumani memicu gempa kembar berkekuatan Magnitudo 6,1 yang berujung pada munculnya gelombang tsunami di permukaan danau tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG bersama instansi terkait akan segera menyusun pemodelan khusus untuk memetakan dampak risiko secara detail. Salah satu fokus utama kajian tersebut adalah menentukan ‘golden time’ atau waktu kritis evakuasi bagi masyarakat sebelum gelombang mencapai daratan, yang hingga saat ini datanya masih dalam proses penyusunan teknis. (mas)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang