LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Azmar, secara resmi membuka Alek Nagari Potang Balimau, di Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Jumat (28/2).
Acara ini digelar sehari menjelang ibadah puasa dan dihadiri oleh ribuan masyarakat setempat, perantau, serta tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Yayan Wahyudi, Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Fauzan, kepala OPD Pemkab Limapuluh Kota, Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamono, niniak mamak, serta tokoh masyarakat dan perantau dari Nagari Pangkalan.
Dalam sambutannya, Sekda Herman Azmar menegaskan bahwa Potang Balimau bukan sekadar atraksi budaya lokal, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menggali potensi pariwisata untuk kemajuan daerah.
“Untuk itu, tradisi ini harus terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai warisan budaya kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan pergelaran Potang Balimau tahun ini. Menurutnya, acara ini sarat dengan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritualitas yang mendalam.
“Narasi tradisi ini perlu ditulis dan didokumentasikan secara komprehensif agar generasi penerus dapat memahami dan melestarikannya,” tambah Herman Azmar.
Sementara, Ketua Panitia Potang Balimau, Febri Utama menjelaskan, tradisi ini selalu dinantikan oleh masyarakat Pangkalan Koto Baru, baik dari kampung maupun perantauan. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang membludak pada acara tahun ini.
Namun, ada perbedaan signifikan pada pelaksanaan Potang Balimau tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, acara ini diwarnai dengan mandi-mandi di Batang Mahat sebagai simbol penyucian diri. Namun, karena curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air Batang Mahat naik drastis, aktivitas mandi-mandi tersebut terpaksa ditiadakan.
Meski demikian, semangat masyarakat untuk merayakan tradisi ini tetap tinggi. Acara tetap berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya lainnya yang mencerminkan nilai-nilai adat dan spiritualitas.
Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamono, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pemerintah daerah terus mendukung dan mensponsori kegiatan Potang Balimau. Ia menilai, tradisi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Limapuluh Kota.
“Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah untuk acara Potang Balimau. Harapan kami, pemerintah dapat menganggarkan anggaran khusus untuk mendukung keberlangsungan tradisi ini di masa mendatang,” kata Rifdal. (dst)