TANAH DATAR, KP — Tingginya angka kecelakaan maut di jalur nasional Panyalaian—Koto Baru akhirnya direspons serius dengan rencana pembangunan jalur pemberhentian darurat. Langkah mitigasi ini mendesak dilakukan guna menekan risiko kegagalan fungsi rem pada kendaraan berat yang kerap memicu tabrakan beruntun di kawasan tersebut.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menegaskan bahwa pembangunan fasilitas penyelamatan ini akan melibatkan kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemerintah daerah. Pasalnya, lahan yang akan digunakan sebagai jalur pemberhentian darurat merupakan area yang dikuasai oleh KAI.
“Kecelakaan ini ingin kita minimalisasi. Kita akan membangunkan jalur penyelamatan darurat bekerja sama dengan PT KAI dan pemerintah daerah,” ujar Dony saat meninjau lokasi di Panyalaian, Kamis (19/2).
Selain infrastruktur fisik, pengawasan terhadap kelaikan truk dan kendaraan berat akan diperketat. Pemerintah akan mewajibkan pemeriksaan sistem pengereman secara berkala bagi seluruh angkutan barang yang melintasi jalur ekstrem tersebut. Kelengkapan teknis kendaraan kini menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar demi keselamatan pengguna jalan lainnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menambahkan bahwa pihak Balai Nasional sudah menyatakan kesiapannya untuk memulai pembangunan. Namun, ia meminta dukungan penuh dari Badan Pengelola (BP) BUMN untuk percepatan proses pinjam pakai lahan milik KAI agar konstruksi bisa segera berjalan.
Kunjungan lapangan ini turut diikuti oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. (ak/*)