PADANG, KP — Warga terdampak banjir bandang di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, mengaku sangat terbantu dengan melimpahnya bantuan logistik dari pemerintah dan pihak swasta. Meski pasokan pangan terjamin, warga kini mulai kesulitan mengolah bahan makanan tersebut karena kehilangan seluruh peralatan dapur dan ketiadaan aliran listrik.
Erlisma (56 tahun), salah seorang saksi mata yang rumahnya terdampak, menuturkan bahwa selama masa darurat, warga tidak pernah merasakan kelaparan. Bantuan makanan siap saji terus mengalir sepanjang hari, mulai dari sarapan hingga makan malam.
“Tidak pernah kelaparan, malah makanan berlebihan. Pagi ada lontong, siang nasi, malam datang lagi makanan baru. Bantuan beras, mie, dan minyak goreng juga banyak,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Selasa (23/12).
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul persoalan baru bagi warga yang ingin mulai mandiri menyiapkan makanan di rumah. Pasalnya, banjir besar yang melanda wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut telah menghanyutkan hampir seluruh perkakas rumah tangga milik warga.
Warga kini sangat membutuhkan bantuan alat masak seperti kompor, panci, kuali, hingga penanak nasi elektrik (magicom). Persoalan kian pelit karena jaringan listrik di beberapa titik kawasan Batu Busuak masih padam, sehingga warga tidak bisa menggunakan peralatan elektronik.
“Bahan yang mau dimasak banyak, tapi kuali dan kompor hanyut. Mau pakai magicom juga tidak ada colokan listriknya yang hidup,” ungkap Erlisma dengan nada lirih.
Kondisi ini dialami oleh mayoritas warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut terbawa arus. Mereka berharap, selain bantuan bahan pokok, para donatur maupun pemerintah juga mulai menyalurkan bantuan berupa paket peralatan rumah tangga darurat guna mendukung proses pemulihan kemandirian keluarga pascabencana. (mas)