Banyak Guru Terjerat Utang Akibat Perilaku Konsumtif

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Suryanto memberikan paparan, Selasa (27/8).

PADANG, KP – Pemprov Sumbar menyoroti banyaknya guru yang terlilit atau terjerat pinjaman utang akibat perilaku konsumtif yang berlebihan.

“Ternyata banyak guru yang terjebak pinjaman sampai-sampai gajinya nol,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Suryanto, dalam peringatan puncak Hari Indonesia Menabung dengan tema ‘Menabung Untuk Indonesiaku’, di Padang, Selasa (27/8).

Namun, Suryanto tidak merinci berapa jumlah pendidik yang terlilit utang atau pinjaman. Ia khawatir apabila para guru tersebut masih mengedepankan sikap konsumtif maka peningkatan kesejahteraan akan sulit tercapai. Padahal, pemerintah telah memberikan perhatian melalui tunjangan profesi guru (TPG) yang besarnya satu bulan gaji.

Sementara, Kepala OJK Sumbar Roni Nazra mengatakan, peringatan Hari Indonesia Menabung Sumatera Barat merupakan upaya dalam menjaga momentum kesadaran terhadap masyarakat di Ranah Minang terkait pentingnya menabung sejak dini.

Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2024 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik, indeks inklusi keuangan Indonesia 75,02 persen. Sementara indeks literasinya 65,43 persen.

“Artinya, dari 100 orang masyarakat Indonesia 75 orang di antaranya sudah menggunakan produk keuangan seperti deposito, tabungan, saham asuransi, dana pensiun dan sejenisnya,” ujar dia.

Akan tetapi, masih dalam survei yang sama, dari 100 warga Indonesia baru 65 orang yang mengetahui produk jasa keuangan seperti deposito, tabungan, saham asuransi, dana pensiun dan sejenisnya. (ant)

 

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau