Basarnas Latih 160 Relawan di Solsel, Wujudkan Jejaring Tangguh Hadapi Bencana

WAKIL Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, dan Direktur Bina Tenaga Basarnas Marsma TNI Tarjoni berfoto bersama dengan ratusan peserta pelatihan relawan tanggap bencana dan potensi SAR di Aula Sarantau Sasurambi, Jumat (1/8).

PADANG ARO, KP — Sebanyak 160 relawan tanggap bencana dan potensi SAR dari berbagai wilayah di Solok Selatan mengikuti pelatihan yang digelar Badan SAR Nasional (Basarnas) di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Jumat (1/8).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota Komisi V DPR RI H. Zigo Rolanda dan dihadiri Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi, Direktur Bina Tenaga Basarnas Marsma TNI Tarjoni, jajaran Forkopimda, serta perwakilan OPD.

Zigo Rolanda menyampaikan bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah dengan potensi bencana yang tinggi, terletak di pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, serta memiliki empat gunung api aktif seperti Merapi, Kerinci, Talang, dan Talamau. “Dalam 20 tahun terakhir, semua jenis bencana pernah terjadi di Sumbar, termasuk gempa 2009 yang menewaskan 117 orang. Karena itu, pemberdayaan masyarakat sangat krusial,” kata Zigo.

Ia juga menyinggung keberadaan Patahan Semangka yang melintasi Solok Selatan sebagai ancaman gempa bumi yang nyata. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi urgensi utama dalam mitigasi risiko bencana.

Zigo mengapresiasi Basarnas yang memilih Solok Selatan sebagai lokasi workshop. Ia juga menyampaikan, dalam rapat bersama Basarnas pusat, dirinya telah mengusulkan agar pelatihan semacam ini diperluas di wilayah Sumbar.

Sementara itu, Marsma TNI Tarjoni menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Basarnas dalam memperkuat peran serta masyarakat di tengah kebijakan efisiensi personel nasional. “Di Solok Selatan saat ini hanya ada lima personel SAR. Karenanya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan agar dapat merespons bencana secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya upaya tanggap darurat, tetapi juga menjadi sarana edukasi jangka panjang dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. “Saya mengajak peserta menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Jangan berhenti setelah pelatihan ini selesai,” pesannya.

Pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi materi dan simulasi, dengan tujuan memberikan pemahaman praktis dan membentuk jejaring relawan tangguh di tingkat lokal. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Basarnas diharapkan dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan diperluas agar koordinasi penanggulangan bencana semakin solid,” tutup Yulian. (kom)

 

 

Related posts

Pencarian Resmi Dihentikan, Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Ditemukan

DPRD Kabupaten Solok Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tekankan Perbaikan Kinerja OPD

Tanah Datar–Mandailing Natal Perkuat Kolaborasi Pembangunan Antar Daerah