PAYAKUMBUH, KP – Mengisi momentum bulan suci Ramadan 1447 H, belasan wartawan dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang tergabung dalam Balai Wartawan (BW) menggelar kegiatan belajar mengaji di Mesjid Musafir, Jalan Diponegoro Bypass, Jumat sore (6/3). Menariknya, para kuli tinta ini berkesempatan menimba ilmu langsung dari Syaikh Sa’ad bin Yaslam Al-Khabari, seorang guru Al-Qur’an asal Yaman.
Fokus pembelajaran kali ini adalah pembenahan ‘makharijul huruf’ atau tempat keluarnya bunyi huruf hijaiyah, khususnya pada surat Al-Fatihah. Hal ini bertujuan agar bacaan Al-Qur’an para wartawan lebih fasih, benar secara tajwid, dan tidak mengubah makna ayat saat dilafalkan.
Pengurus Masjid Musafir yang juga wartawan senior, Doddy Sastra, memberikan apresiasi atas antusiasme rekan sejawatnya yang tidak canggung untuk kembali belajar mengaji dari dasar. Ia menyatakan kegembiraannya karena masjid yang dikelolanya dapat menjadi pusat kegiatan positif bagi profesi jurnalis.
“Alhamdulillah, momentum Ramadan tahun ini sangat berbeda. Kawan-kawan Balai Wartawan memanfaatkan waktu dengan belajar mengaji. Kami bersyukur Syaikh Sa’ad bersedia berbagi ilmu di sini,” ujar Doddy didampingi Sekretaris Mesjid, Edward.
Ketua PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota, Aspon Dedi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai agenda ini sebagai langkah positif dalam memperkuat sisi religiusitas wartawan di sela rutinitas peliputan. Menurutnya, setelah sebelumnya fokus pada peningkatan kapasitas melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), kini saatnya memperkuat bekal keagamaan.
“Kita apresiasi kawan-kawan yang mengisi waktu jelang berbuka dengan belajar mengaji. Kedepannya, berbagai kegiatan positif seperti ini akan terus kita perbanyak, tidak hanya di bidang jurnalistik tetapi juga keagamaan,” pungkas Aspon. (dst)