BKKBN Sumbar dan Perguruan Tinggi Berkolaborasi Kembangkan Aplikasi Nutrysmart

PENANDATANGANAN Perjanjian Kerjasama antara BKKBN Sumbar dan sejumlah Perguruan Tinggi di Sumbar, Senin (5/1) di Hotel UNP.

PADANG, KP – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjalin kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di Sumbar untuk mengembangkan dan menerapkan aplikasi Nutrysmart.

Pengembangan Nutrysmart merupakan salah satu inovasi yang digagas oleh sejumlah PT yang berkolaborasi dalam program Kedeireka Dana Padanan Vokasi.

Dana untuk program tersebut diperoleh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek. Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), dan Poltekes Kemenkes Padang adalah beberapa PT yang terlibat dalam program ini.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati, menyampaikan sambutan saat penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BKKBN dan sejumlah PT pada Senin (5/1) di Hotel UNP mengungkapkan bahwa konsorsium yang melibatkan beberapa PT berhasil mendapatkan bantuan dari Ditjen Diktiristek untuk mengembangkan aplikasi Nutrysmart.

Aplikasi ini nantinya akan diuji coba di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan Kabupaten Tanah Datar dengan harapan dapat berkontribusi dalam percepatan penurunan angka stunting di Sumbar.

Peluncuran konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) bertujuan untuk mendukung program pembangunan sumber daya manusia Indonesia Emas 2045.

BKKBN menjalankan program dengan fokus penurunan angka stunting untuk menghadapi bonus demografi di Indonesia. Peran PT dianggap penting dalam menyukseskan pelaksanaan program tersebut.

Fatmawati menjelaskan bahwa Kedaireka, yang merupakan platform kolaborasi antara PT dan industri, diluncurkan pada tahun 2020.

Kedaireka menjadi sarana informasi kepada masyarakat bahwa ada platform yang dapat mempertemukan akademisi/ilmuwan dengan dunia usaha dan industri.

Di tempat yang sama Ketua Konsorsium PTPK, Yuliana, akademisi dari UNP, menyatakan bahwa usulan program Kedeireka Dana Padanan Vokasi diperoleh melalui proses seleksi dengan berbagai penilaian proposal, termasuk substansi pengajuan. Setelah melalui proses review yang panjang, beberapa PT pengusul mendapatkan dana tersebut pada tahun kedua, dan salah satu program yang akan dibuat adalah pengembangan aplikasi Nutrysmart.

Aplikasi tersebut akan diterapkan dengan melibatkan kader-kader PKK BKKBN untuk optimalisasi penggunaannya. (fai)

Related posts

Wabup Limapuluh Kota: 6 Bulan Tuntutan Mahasiswa Tak Terpenuhi, “Silakan Gulingkan Kami”

Tanpa Kupon dan Plastik, Pembagian Daging Kurban di Padang Berubah Total

Pemko Padang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, 60 Persen Sudah Berlabel