PAYAKUMBUH, KP — Pemerintah Kota Payakumbuh mendapat apresiasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat atas komitmen dan kepeduliannya dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan narkoba di daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Brigjen Pol Riki Yanuarfi, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Payakumbuh, Rabu (22/10). Kunjungan itu disambut oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, bersama Asisten III, Polres Payakumbuh, BNN Kota Payakumbuh, dan sejumlah OPD terkait.
Menurut Brigjen Pol Riki, Payakumbuh menjadi salah satu daerah paling aktif di Sumatera Barat dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan sosial terhadap ancaman narkotika.
“Saya melihat Pemko Payakumbuh sangat peduli dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Pemerintahnya aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BNN, untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap bahaya narkoba,” ujarnya.
Mantan Kepala BNN pertama Kota Payakumbuh itu juga mengapresiasi langkah Pemko yang memfasilitasi layanan BNN di Mal Pelayanan Publik (MPP). Menurutnya, kebijakan tersebut mempermudah masyarakat mengakses layanan konseling dan rehabilitasi.
Brigjen Pol Riki menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba yang kini menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
“Kita harus bersama-sama menekan suplai peredaran narkoba, memperkuat iman masyarakat, serta terus melakukan sosialisasi tentang bahayanya. Tiga hal ini kunci agar kita bisa mewujudkan masyarakat yang bersih dari narkoba,” katanya.
Sementara, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Ia menyebut, posisi Payakumbuh yang berada di jalur perlintasan antarwilayah menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan peredaran narkoba.
“Payakumbuh ini kota perlintasan, jadi perlu peran semua pihak untuk memberantas peredaran gelap narkoba. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga dan sekolah agar kesadaran masyarakat tumbuh sejak dini.
“Mari kita ‘fight together’ melawan narkoba dan penyalahgunaan zat berbahaya lainnya. Payakumbuh harus benar-benar bebas dari narkoba,” pungkasnya. (dst)