PADANG, KP — Peluang kerja di Negeri Sakura bagi pemuda Sumatera Barat semakin terbuka lebar. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat mulai melakukan seleksi ketat terhadap calon peserta Pelatihan Bahasa Jepang melalui program Sinergi Persiapan Bekerja Luar Negeri Melalui Pelatihan Bahasa dan Budaya (Siperantau) Batch I tahun 2026.
Bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, seleksi yang digelar pada awal pekan ini diikuti 19 peserta dengan latar belakang pendidikan medis dan non-medis. Mereka bersaing memperebutkan 16 kursi utama untuk mengikuti pelatihan intensif sebagai bekal penempatan kerja melalui skema Government to Government (G to G) Jepang.
Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi menjelaskan bahwa penguasaan bahasa dan pemahaman budaya merupakan kunci utama agar pekerja migran asal Sumbar bisa bersaing di pasar internasional. Program ini dirancang agar para calon pekerja tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas kerja yang sesuai dengan standar Jepang.
“Melalui Program Siperantau, kami berupaya memastikan calon pekerja migran tidak hanya memiliki kemampuan bahasa, tetapi juga pemahaman budaya kerja negara tujuan. Ini penting agar mereka lebih siap, profesional, dan terlindungi saat bekerja di luar negeri,” ujar Jupriyadi, Rabu (25/2).
Dari total peserta seleksi, sebanyak 13 orang merupakan lulusan keperawatan, sementara sisanya berasal dari jurusan non-keperawatan yang sebagian besar telah mengantongi sertifikat careworker. Nantinya, peserta yang lolos akan menjalani pelatihan mulai 2 Maret hingga pertengahan Mei 2026 mendatang.
Terkait keberlanjutan program, BP3MI telah menjadwalkan pembukaan pelatihan Batch II pada 1 April 2026. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi tingginya minat warga Sumatera Barat yang ingin berkarier secara profesional di luar negeri dengan jaminan pelindungan negara. (ak/*)
