SOLOK, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solok mengadakan pembinaan Desa Cinta Statistik atau lebih dikenal dengan nama Desa Cantik, di Kelurahan IX Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, baru-baru ini. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data untuk perencanaan pembangunan yang lebih efektif.
Acara dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Solok Delfianto, Camat Lubuk Sikarah diwakili Sekretaris Reymond Wahyudi, Sekretaris Lurah IX Korong Milza Rita, dan para peserta termasuk RT, RW, pengurus RDK, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kader, dan pendata profil Kelurahan IX Korong.
Sekretaris Lurah IX Korong, Milza Rita dalam sambutannya menyampaikan, ini adalah kali kedua Kelurahan IX Korong dipilih sebagai Desa Cantik, setelah pertama kali tahun 2022 lalu. Menurutnya, selain pembinaan oleh BPS, juga akan dilakukan pembekalan kepada 15 pendata profil kelurahan yang akan bekerja dalam lima tim selama 8 hari, mulai akhir Agustus hingga awal September 2024.
Sementara, Sekretaris Camat Lubuk Sikarah, Reymond Wahyudi, mengingatkan peserta untuk mengikuti materi pembinaan dengan seksama agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pendataan profil kelurahan.
Kepala DPMPPA Delfianto yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menekankan pentingnya kehadiran RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam pembinaan ini.
“Sosialisasi dan pelatihan profil kelurahan merupakan langkah penting dalam menyatukan pola pikir dan persepsi untuk acuan pendataan di lapangan,” ujarnya.
Materi tentang Desa Cantik disampaikan Tim Pembina Desa Cantik dari BPS Kota Solok, Zwesti Permatasari. Ia menjelaskan, program Desa Cantik merupakan upaya BPS untuk mempercepat peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data desa. Dengan tujuan akhir agar perencanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran.
“Semoga dengan pembinaan Desa Cantik dan pelatihan pendata profil kelurahan ini, kita dapat menghasilkan data yang berkualitas, relevan, mudah diakses, konsisten, tepat waktu, dan mudah ditafsirkan,” pungkas Zwesti.
Ia berharap pembinaan ini memberikan manfaat besar bagi pengelolaan data di Kelurahan IX Korong dan meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan di masa depan.(van)