PADANG, KP — Pasca-terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Pemerintah melalui Perum Bulog memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Barat sebagai salah satu daerah terdampak.
Langkah konkret diambil dengan menambah cadangan beras sebanyak 20 hingga 30 ribu ton untuk memastikan kebutuhan logistik korban bencana terpenuhi secara cepat dan berkelanjutan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah bencana, khususnya di Sumatera Barat.
“Untuk Sumatera Barat, kami akan menebalkan stok beras. Kami tambah sekitar 20 sampai 30 ribu ton ke depannya,” ujarnya, saat meninjau stok beras untuk penanganan bencana di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/12).
Saat ini, stok beras di Sumatera Barat tercatat sebanyak 7.000 ton. Angka tersebut akan segera diperkuat mengingat tantangan distribusi akibat terputusnya sejumlah akses jalan akibat bencana.
Untuk mengantisipasi keterlambatan penyaluran, Bulog telah menempatkan stok beras minimal 20–50 ton di setiap bandara dan pelabuhan strategis di wilayah terdampak, termasuk di Agam yang sebagai salah satu daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur cukup parah.
Rizal menambahkan, secara nasional, Bulog menguasai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 3,7 juta ton yang siap digerakkan sewaktu-waktu tanpa mengganggu pasokan pangan nasional. Di Pulau Sumatra secara keseluruhan, stok beras tersebar di Aceh (79 ribu ton), Sumatera Utara (29 ribu ton), dan Sumatera Barat (7 ribu ton).
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan kekurangan pangan di masyarakat. Kendala utama hanya pada distribusi karena akses jalan yang rusak. Karena itu, kami dorong penyaluran melalui jalur udara dan laut untuk menjangkau daerah terisolasi,” jelas Rizal.
Langkah cepat Bulog ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dan wilayah Sumatra lainnya, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Dengan pendekatan logistik terpadu dan stok yang mencukupi, Bulog optimistis kebutuhan pangan korban bencana dapat terpenuhi secara aman, cepat, dan berkelanjutan. (mas)
