TANAH DATAR, KP – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Danau Singkarak diperkirakan akan beroperasi pada Desember tahun 2025 mendatang. PLTS terapung di Danau Singkarak tersebut, merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), guna pengendalian perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Hal itu dikemukan Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar Perkotaan dan Sumber Daya Air Kementrian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marvest) Lukijanto, usai bertemu Bupati Tanah Datar, di gedung Indo Jolito Batusangkar, kemarin.
“Kedatangannya ke Tanah Datar dalam progres percepatan pembangunan PSN di daerah, salah satunya PLTS di Danau Singkarak,” ujarnya.
Kemenko Marvest mengawal percepatan pembangunan PSN di 6 (enam) provinsi, alhamdulillah semuanya on time sesuai schedule dan ini juga akan dilaporkan kepada Presiden RI.
Lukijanto juga menyebut, saat ini pemerintah terus menekankan komitmen dalam pengendalian perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca hampir 30 persen di tahun 2030.
Untuk mewujudkan itu, pemerintah mendorong pembangunan transisi energi fosil ke energi fisik. Salah satunya dengan pembangunan PLTS terapung, di Danau Singkarak Provinsi Sumbar.
“Pemerintah menargetkan, pembangunan PLTS ini terpasang di 2025 mencapai 3600 mega watt atau 3.63 watt. Diakuinya, ini memang tidak mudah, karena nyatanya terpasang PLTS 3 (tiga) tahun terakhir baru mencapai 50 mega watt dengan jumlah pelanggan kurang lebih 5000 pelanggan di seluruh Indonesia,“ sebutnya.
Sementara itu, Bupati Eka Putra mengatakan pemerintah daerah menyambut baik rencana PLTS Apung Danau Singkarak tersebut, dengan memperhatikan kearifan lokal, dan itu harus dikomunikasikan dengan baik, termasuk sosialisasi dengan masyarakat.
“PSN tentu kita dukung dan kita juga berharap hal ini juga harus memperhatikan kearifan lokal dan harus sesuai dengan prosedur yang harus diikuti dan mengkaji amdal, serta manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat,“ ujarnya.
Bupati juga minta yang harus menjadi perhatian keberlangsungan aktifitas masyarakat terkhusus nelayan yang menggantungkan hidup di danau Singkarak.
“Danau Singkarak termasuk 15 danau prioritas nasional, jadi keberlangsungan pariwisata dan juga dampak positif negatifnya bagi daerah, nagari dan juga masyarakat juga harus menjadi prioritas,” tukasnya.
Bupati Eka Putra juga berharap, bagaimana percepatan pembangunan PLTS apung Danau Singkarak ini bisa berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai target, sehingga bisa beroperasi diakhir 2025 mendatang.
Disaat itu, Hendry Asdayoka Putra Vice President Generation Business Development PLN Indonesia Power menyampaikan, PLTS Terapung Singkarak memang sudah masuk PSN semenjak Juli 2022 lalu.
“Proyek ini akan dipercepat progresnya, dan untuk rencana target operasional PLTS apung Singkarak ini di akhir 2025 mendatang tepatnya di Desember,” pungkasnya. (nas)
