PAINAN, KP – BUPATI Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel Mawardi Roska meresmikan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten setempat di Rawang Painan.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Pessel, Yusneti Rusma Yul Anwar, Kepala Dinas Koperasi UKM Sumatera Barat (Sumbar) diwakili Koordinator Pusat Pelayanan Usaha Terpadu Sumbar, Nico Primadona, Kepala Dinas Koperasi UKMK Pessel, Yandes, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda, para camat, Wali Nagari, dan Pimpinan Cabang Bank Nagari Painan.
Sekdakab Pessel, Mawardi Roska, menjelaskan bahwa pembangunan gedung PLUT UMKM ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat setempat.
Ia menjelaskan, keberadaan gedung PLUT UMKM sangat penting dalam mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah serta pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi para pelaku usaha di Kabupaten Pesisir Selatan.
Diharapkan, gedung ini akan menjadi pusat pendorong untuk pengembangan usaha kecil dan menengah, memberikan layanan administrasi, promosi, dan pelatihan pengembangan usaha, serta menjadi sumber inovasi baru bagi kemajuan ekonomi di daerah tersebut.
Selain itu, Sekkab juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah pusat untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan akses permodalan guna menjalankan usaha ekonomi.
Dalam konteks potensi ekonomi Pessel, yang kaya akan sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan, Mawardi Roska menekankan pentingnya pemanfaatan gedung PLUT UMKM ini untuk pengembangan usaha, pelatihan, promosi, dan pelayanan administrasi usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pessel, Yandes Amrianal, menyampaikan bahwa pembangunan gedung PLUT UMKM ini merupakan bagian dari alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan Tematik Wisata pada tahun 2023. Proyek ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan koperasi dan UMKM di Indonesia.
Yandes menjelaskan, alokasi dana untuk pembangunan gedung ini mencapai Rp5,5 miliar. Gedung tersebut dirancang sebagai bangunan satu lantai dengan luas bangunan utama mencapai 952 meter persegi, dilengkapi dengan pos jaga seluas 7,5 meter persegi. Gedung utama ini terdiri dari 21 ruang yang terbagi menjadi 11 ruang utama, 4 ruang inkubator bisnis, dan 7 ruang pendukung.
Selain itu, gedung ini juga difasilitasi untuk akses bagi penyandang disabilitas, dengan penyediaan ram untuk kursi roda dan fasilitas WC disabilitas.
Yandes menekankan bahwa gedung ini dilengkapi dengan peralatan kantor, peralatan inkubator bisnis kuliner, inkubator bisnis kriya, inkubator bisnis digital, dan inkubator agrobisnis.
Sementara itu Koordinator Pusat Pelayanan Usaha Terpadu Sumbar, Nico Primadona, juga menyampaikan apresiasi atas peresmian gedung PLUT UMKM ini, menyatakan bahwa keberadaannya merupakan bukti komitmen bersama dalam meningkatkan UMKM di Pessel dan Sumbar secara keseluruhan. Primadona menekankan bahwa UMKM memiliki peran yang signifikan dalam mengurangi tingkat pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja.
Dengan jumlah UMKM di Sumbar yang mencapai 539.500, Primadona mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadikan gedung PLUT UMKM ini sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pelaku usaha di Pesisir Selatan. Tujuan utamanya adalah agar gedung ini dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. (*)