Bupati Safaruddin dan Istri Didaulat Jadi Ayah Bunda GenRe Pengayom Sumbar

Bupati Safaruddin bersama Ketua TP-PKK Limapuluh Kota, Nevi Safaruddin saat menerima penghargaan Ayah dan Bunda GenRe Pengayom Sumbar.

LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota Safaruddin dan istri yang merupakan Ketua TP PKK Limapuluh Kota, Nevi Safaruddin, menerima penghargaan Ayah dan Bunda GenRe Pengayom Sumatera Barat dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas komitmen mereka dalam pembinaan remaja di Kabupaten Limapuluh Kota, terutama dalam edukasi kesehatan reproduksi dan pembangunan karakter Generasi Berencana (GenRe).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas (Adujak) Sumbar 2024 di Truntum Hotel, Kota Padang, Sabtu (27/7). Hadir pada acara itu Gubernur Sumbar diwakili Asisten II Arry Yuswandri, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati, dan Ketua TP PKK Sumbar Harneli.

Bupati Safaruddin menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini dan menegaskan bahwa Pemkab Limapuluh Kota akan terus mendukung program kesehatan reproduksi remaja dan pembangunan karakter remaja hingga ke tingkat jorong.

“Penghargaan ini menunjukkan komitmen dan dukungan kami dalam memajukan partisipasi remaja menuju bonus demografi dan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara, Ketua TP PKK Limapuluh Kota Nevi Safaruddin menyatakan, penghargaan ini menjadi motivasi baginya untuk terus mendukung pengembangan potensi generasi muda.

“Ini adalah tantangan dan motivasi bagi kami untuk lebih memberikan perhatian kepada anak-anak muda, sehingga mereka bisa menjadi tokoh-tokoh yang merencanakan masa depan dengan baik,” katanya.

Acara ini juga dihadiri Kepala DP2KBP3A Limapuluh Kota Wilda Reflita, pejabat administrator, para penyuluh KB, dan sejumlah Duta GenRe Kabupaten Limapuluh Kota. (dst)

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau