Calon Penerima Program MBG di Pasaman Capai 101.858 Jiwa

Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunte saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan MBG diruang kerjanya, Jumat (1/8).

PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman mengungkapkan potensi calon penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut mencapai 101.858 jiwa. Angka ini terdiri dari siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Bupati Pasaman Welly Suhery menjelaskan, berdasarkan laporan Dinas Pendidikan, sebanyak 74.518 siswa yang tersebar di 12 kecamatan dan 62 nagari menjadi calon penerima. Kemudian, sekitar 27.340 jiwa untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Totalnya mencapai 101.585 jiwa.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Welly Suhery usai memimpin rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan MBG di ruang kerjanya, Jumat (1/8).

Menurutnya, jika diasumsikan satu unit Sentra Produksi dan Penyaluran Gizi (SPPG) mengelola 3.000 penerima manfaat, maka Pasaman membutuhkan 34 SPPG.

“Saat ini baru berjalan satu unit SPPG di Pauh Lubuk Sikaping yang menyediakan 3.313 porsi MBG kepada siswa di sekitar sana. Makanya ke depan kita lakukan percepatan dalam penambahan dapur MBG lainnya di seluruh kecamatan,” tambah Welly.

Pemkab Pasaman telah mengusulkan empat titik calon lokasi SPPG melalui surat bupati Nomor 523/149/DPP/VI/2025 kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Lokasinya yaitu di Kecamatan Lubuk Sikaping, di area workshop alat dan alkali seluas 15.910 meter persegi di Nagari Tanjuang Baringin. Selanjutnya, Kecamatan Panti di lahan kosong 10.000 meter persegi di Jorong Murni Nagari Panti. Kemudian di Kecamatan Rao Utara, area fasilitas umum seluas 33.000 meter persegi di Nagari Koto Rajo. Terakhir, Kecamatan Tigo Nagari, berlokasi di kantor camat seluas 6.046 meter persegi di Nagari Ladang Panjang.

“Data-data yang berkaitan dengan masing-masing lokasi juga sudah kita ajukan dan saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut tentang kelanjutan usulan tersebut,” kata Welly.

Bupati mengakui program ini bukan tanpa tantangan, mulai dari distribusi makanan, keterlibatan sekolah, hingga pengawasan kualitas dan gizi makanan.

“Oleh karena itu, rapat koordinasi dan evaluasi ini sangat penting agar kita bisa melihat secara objektif perbaikan pelaksanaan ke depannya,” ujarnya. (nst)

 

 

Related posts

Pencarian Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Membuahkan Hasil

Jangan Tertipu! Ini Ciri Hewan Kurban Tidak Sehat yang Harus Diwaspadai

Ratusan JCH Padang Diberangkatkan, Pesan Wali Kota Jadi Perhatian