Diharapkan Berdampak Positif Terhadap sektor Investasi, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah Resmikan Nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah tokoh-tokoh Sumbar foto bersama dengan keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi hingga keturunan ketujuh.

PADANG,-Momentum 1 Muharam 1446 Hijriah Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah resmikan nama Masjid Raya Sumbar menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (7/7/2024).

Dengan diresmikannya nama mesjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap iklim investasi Sumbar untuk kedepan.

Dalam peresmian masjid tersebut, dihadiri oleh keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi hingga keturunan ke tujuh, keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tersebar dan menetap dibeberapa negara, seperti Turki, Pakistan, Saudi Arbia, Jakarta hingga Mesir.

Tidak hanya keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang hadir, tokoh-tokoh Sumbar yang juga gubernur periode sebelumnya seperti Irwan Prayitno Gamawan Fauzi juga hingga Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar hadir pada momentum tersebut.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat peresmian masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi mengentakan, penamaan masjid raya Sumbar menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sudah lama direncanakan dan melalui musyawarahkan yang melibatkan banyak unsur, salah satunya MUI Sumbar. Pada momentum 1 Muharam 1446 Hijriah secara bersama-sama bisa diresmikan.

“Dengan diresmikannya nama mesjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk kita menggaet investor-investor internasional, khususnya Timur Tengah menanamkan modalnya di Sumbar demi kemajuan seluruh sektor,” katanya.

Disebutkan Buya (sapaan akrab Gubernur-red), keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi berencana menyewa salah satu pulau di Kawasan Mandeh untuk berinvestasi, semoga bisa terealisasi dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar terus berkomitmen untuk meningkatkan sektor investasi, baru-baru ini Pemprov juga mengupayakan pembukaan penerbangan langsung Padang-Singapura.

Jadi nantinya Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akan lebih ramai lagi.

Tidak hanya membuka akses penerbangan langsung, untuk umrah pun sekarang keberangkatan ke Jeddah dua kali setahun. Hal tersebut akan disinergikan lagi untuk membuka penerbangan dari Jeddah ke Sumbar, dengan adanya niat dari keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi untuk berinvestasi di Sumbar di sektor pariwisata, maka akan mengundang banyak wisatawan lagi ke Sumbar.

Dilanjutkannya, salah satu tujuan menamakan Masjid Raya Sumbar menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi adalah, untuk memotivasi generasi muda menghidupkan budaya ulama untuk menjadi rujukan hidup, begitu juga nilai-nilai budaya ilmiah hingga musyawarah diharapkan tidak pernah hilang pada jati diri pemuda Minangkabau.

Pada momentum 1 Muharanm Gubernur mengertikan nya sebagai bulan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim, terutama pada daerah yang terdampak bencana alam. Gubernur juga menyerahkan bantuan terhadap keluarga yang terdampak bencana alam melalui program segemgam beras yang dikumpulkan oleh kalangan ASN lingkungan Pemprov Sumbar.

Dia juga mengajak kaum muda untuk proaktif dalam menghadirkan ulama-ulama nasional hingga internasional di Sumbar, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan bermasyarakat. Banyak sejarah yang telah diukir oleh Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Sumbar maupun Indonesia semangat perjuangan yang diperlihatkan melalui literatur yang ada bisa mengingspirasi kita semua.

Orang Minangkabau, sambung Mahyeldi, merasa bangga, Tokoh Ulama Besar seperti Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi berasal dari tanah Minang.

Terlebih, Syekh Ahmad Khatib pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram dan merupakan guru dari banyak ulama besar Nusantara seperti KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari, yang selepas belajar di Mekah mendirikan organisasi besar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar mengatakan, mesjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi merupakan representase perjuangan bersama, mesjid yang megah tidak hanya sekedar bangunan saja, namun harus memiliki misi untuk pembangunan Sumber Daya Manusia di masa depan.

” Mari jadi masjid kebanggaan masyarakat Sumbar ini, untuk melahirkan generasi-generasi berkualitas di masa depan,” harapnya.

Sementara itu mantan Gubernur Sumbar Periode 2009-2014 Gamawan Fauzi mengatakan, dalam kronologisnya, pada tahun 2009, saat terjadi gempa besar di Sumbar, Gamawan menyampaikan dirinya dipanggil Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“SBY katakan kepada saya dirinya menerima 500 miliar dari Arab Saudi untuk Sumbar. Saya katakan dana tersebut bukan untuk bencana alam gempa tapi untuk pembangunan Masjid Raya,” terangnya.

Dana tersebut menurutnya, dana yang dicarinya bersama MUI Sumbar, Kepala Kanwil Kemenag waktu itu dan sejumlah Tokoh Masyarakat Sumbar ke Timur Tengah.

“Saya bersama Buya Gusrizal Kepala Kanwil Agama bersama sejumlah tokoh menemui Imam Masjidil Haram, menemui Keluarga Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi untuk meminta dana pembangunan Masjid Raya,” ungkap Gamawan.

 

 

Related posts

Wabup Limapuluh Kota: 6 Bulan Tuntutan Mahasiswa Tak Terpenuhi, “Silakan Gulingkan Kami”

Tanpa Kupon dan Plastik, Pembagian Daging Kurban di Padang Berubah Total

Pemko Padang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, 60 Persen Sudah Berlabel