LIMAPULUH KOTA, KP – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar sosialisasi Indeks Keamanan Informasi (KAMI) secara daring melalui Zoom Meeting, Senin hingga Rabu (28–30/7). Kegiatan ini diikuti oleh bidang terkait dari seluruh kabupaten dan kota, termasuk Bidang Persandian dan Manajemen Data Elektronik Kabupaten Lima Puluh Kota.
Indeks KAMI digunakan untuk menilai kesiapan organisasi dalam mengelola keamanan informasi, bukan berdasarkan teknologi yang dipakai, melainkan pada kelengkapan dan kematangan sistem pengelolaan sesuai standar internasional. Evaluasi mencakup aspek seperti tata kelola, manajemen risiko, perlindungan data pribadi, serta keterlibatan pihak ketiga.
Kepala Bidang Persandian dan Manajemen Data Elektronik Diskominfotik Sumbar, Eko Faisal menjelaskan, tahun ini telah diluncurkan Indeks KAMI versi 5.0 yang akan diterapkan mulai 2026. Menurutnya, bimbingan teknis ini penting untuk memahami perbedaan dengan versi sebelumnya, terutama penambahan modul penilaian keamanan pihak ketiga dan penyesuaian skema kematangan.
“Salah satu perubahan utama adalah tambahan modul untuk keamanan pihak ketiga, menyesuaikan tantangan digital saat ini,” kata Eko Faisal.
Dijelaskannya, penilaian dibagi dalam dua aspek, yaitu kelengkapan dan kematangan sistem pengamanan informasi. Hasil evaluasi akan ditampilkan dalam diagram radar yang memudahkan analisis dan menjadi acuan dalam menyusun prioritas perbaikan.
Ia menambahkan, evaluasi Indeks KAMI idealnya dilakukan dua kali dalam setahun untuk memantau perkembangan kesiapan keamanan siber. Dengan hasil yang terukur, instansi dapat mengevaluasi dampak perbaikan dan memenuhi regulasi yang berlaku.
Sementara, Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota, Ahmad Zuhdi Perama Putra, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini meningkatkan kesadaran aparatur terhadap pentingnya keamanan informasi.
Pada kesempatan itu, Kabid Persandian dan Statistik Diskominfo Limapuluh Kota, Elfi Rita menyampaikan peserta membahas 11 poin penilaian yang dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni kerangka kerja, pengelolaan aset, dan teknologi.
“Pelatihan ini diharapkan membuat aparatur lebih terampil dalam menyusun Indeks KAMI,” tuturnya. (dst)