PESISIR SELATAN, KP — Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, secara resmi meluncurkan sistem digitalisasi e-tiketing di Objek Wisata Pulau Setan, Kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Selasa (15/7). Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata daerah berbasis teknologi.
Dengan sistem ini, pengunjung dapat melakukan pembayaran retribusi secara daring, sekaligus mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan objek wisata.
“Digitalisasi e-tiketing ini diharapkan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung serta menjadi standar baru pelayanan wisata yang modern,” ujar Bupati Hendrajoni.
Ia menambahkan, penerapan teknologi dalam sektor publik adalah keniscayaan, termasuk di bidang pariwisata.
“Ini bentuk komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan yang profesional dan mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.
Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa langkah ini bisa menjadi model digitalisasi layanan pariwisata untuk objek-objek lainnya di daerah itu.
“Kami ingin menjadikan kawasan Mandeh, termasuk Pulau Setan, sebagai ikon wisata unggulan Sumbar yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Peluncuran turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Suhendri, Pimpinan Cabang Bank Nagari Painan, Camat Koto XI Tarusan, para wali nagari, dan pengurus Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) Bersama Mandeh Tarusan Jaya.
Ketua Bumnag Bersama Mandeh Tarusan Jaya, Suardi Can, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap program digitalisasi di Pulau Setan. Ia menyebut sejak pengelolaan dialihkan ke Bumnag pada April 2021, kawasan tersebut terus berkembang, baik dari sisi kunjungan maupun fasilitas.
Suhendri menambahkan, sistem e-tiketing akan memudahkan akses wisatawan dari berbagai daerah dan mempercepat pelayanan. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi resmi yang terhubung dengan sistem online pengelola objek wisata.
“Sistem ini menciptakan layanan yang cepat, mudah, dan akuntabel. Kami berharap dapat diterapkan juga di destinasi wisata lainnya di Pesisir Selatan,” katanya. (don)