PARIAMAN, KP – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali mengapresiasi kinerja Penjabat (Pj) Wali Kota Pariaman, Roberia, dalam evaluasi triwulan IV yang digelar di Gedung Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).
Apresiasi ini diberikan atas kebijakan strategis yang dilakukan Roberia terkait lima program prioritas nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Wako Roberia memaparkan, Pemko Pariaman telah berupaya memenuhi target lima program prioritas, yakni pengendalian inflasi, penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran terbuka, dan optimalisasi penyerapan anggaran.
“Kami telah melakukan berbagai kebijakan untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya di hadapan Tim Evaluator Itjen Kemendagri.
Ia juga menyoroti keberhasilan Kota Pariaman dalam mempertahankan prestasi sebagai salah satu kabupaten/kota terbaik dalam penurunan inflasi, yang diukur melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dipantau oleh Kemendagri setiap minggu. IPH ini menilai perubahan harga 20 komoditas pangan penting yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah daerah.
Selain itu, Roberia menambahkan, salah satu kebijakan penting adalah pengusulan 1.491 tenaga honorer Non-ASN di Pemko Pariaman yang telah disetujui oleh pemerintah pusat. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga di Pariaman dan mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Tim Evaluator Itjen Kemendagri mengapresiasi langkah-langkah strategis yang diambil oleh Roberia dalam menjalankan program prioritas nasional. Mereka memberikan beberapa masukan untuk peningkatan di masa depan, termasuk memperkuat koordinasi dengan penyelenggara Pemilu untuk Pilkada Serentak 2024, menjaga netralitas ASN, serta mengawal kebijakan antikorupsi melalui Inspektorat.
Dalam evaluasi tersebut, Tim Evaluator terdiri dari beberapa pejabat Kemendagri, termasuk Teguh Narutomo (Inspektur Khusus Itjen), Ahmad Husin Tambunan (Sekretaris Itjen), Brigjen Pol Rustam Mansur (Inspektur I), dan Ichsan (Inspektur II). Evaluasi selanjutnya dijadwalkan untuk memantau perkembangan kebijakan lebih lanjut di Kota Pariaman. (wrm)
